Berita Kupang
Padi Mapan P-05 dan Jagung Pertiwi 5 Berhasil Dikembangkan di Kelurahan Babau
Benih padi Mapan 05 merupakan benih padi hibrida varietas baru yang dikembangkan oleh Primasid.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen
POS-KUPANG.COM, OELAMASI- Petani di kompleks persawahan Dalam Kom Kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang berhasil membudidayakan dua Varietas benih yakni Padi Mapan P-05 dan Jagung Pertiwi 5.
Hal itu ditandai dengan panen perdana secara simbolis oleh pihak ketiga yang menyuplai benih, pupuk, obat, dan modal bagi petani di kompleks Dalam Kom Babau, Selasa 8 November 2022.
Benih padi Mapan 05 merupakan benih padi hibrida varietas baru yang dikembangkan oleh Primasid.
Benih ini cukup mahal yang 1 kilogram mencapai 100 ribu rupiah karena selain berkualitas unggul juga tahan terhadap hama dan sangat muda pengaplikasian tanpa perlu diperam lagi.
Tahun ini di musim tanam (MT) 2 petani yang bergabung dalam kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Dalam Kom menanam 75 hektar padi dengan hasil yang diperoleh per hektar berkisar dari 7,3 Ton hingga 10,7 Ton.
Sementara untuk tanaman jagung hibrida Pertiwi 5 dikembangkan oleh perusahan Benih Pertiwi yang dinilai sangat cocok dengan iklim di NTT yang tingkat kekeringan cukup ekstrim.
Baca juga: Pemuda di Malaka Sebut Kerja Gotong Royong Panen Padi Sebagai Warisan Nenek Moyang
MT 2 ini petani kompleks Dalam Kom Babau hanya menanam sebanyak 3 ton dan hasil yang diperoleh berkisar 3 hingga 5 ton jagung per hektar.
Dikatakan Kostandji Sambera Ketua P3A Kompleks Dalam Kom sekaligus Komda Jaringan Petani Nasional (JPN) NTT mengungkapkan secara total lahan pertanian di Dalam Kom seluas 360 hektar.
Pada musim tanam 1 tahun ini seluruh lahan tersebut diolah tanpa kecuali dan semuanya ditanami dengan padi.
Sementara MT 2 Kostan menyampaikan mereka hanya mengolah lahan seluas 75 hektar yang ditanami Padi dan 3 hektar ditanami jagung.
Tahun ini kata dia mereka sangat merasakan kelangkaan pupuk namun beruntung ada pupuk Kaltim bersama Kopdit Swastisari yang ingin memodali mereka.
"Kami sudah terbiasa dengan pupuk subsidi. Denga langkahnya pupuk ini kami sangat dikejutkan dengan harga pupuk non subsidi yang harganya lima hingga enam kali lipat dari pupuk subsidi," ungkapnya.
Baca juga: Gubernur NTT: Ogah Panen Jagung Bersama Bila Lahan Hanya Dua Atau Tiga Hektar
Namun mau tidak mau mereka harus berkorban dan berani mengambil resiko dengan mengajukan pinjaman ke Kopdit Swastisari.
Tapi dia sangat terkejut sebab hasil yang mereka dapat sangat maksimal apalagi ditambah varietas benih yang unggul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/panen-bersama-jagung-dan-padi-hibtudak.jpg)