Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan Total Selasa 8 November, Margiono Izinkan Warga Amati di Rooftop Gedung BMKG NTT
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang melakukan pengamatan gerhana bulan total, Selasa 8 November 2022.
Lebar gerhana bulan total tersebut sebesar 1,3589 dengan jarak pusat umbra ke pusat Bulan sebesar 0,2570. Gerhana tersebut termasuk ke dalam gerhana ke-20 dari 72 gerhana dalam Seri Saros 136 (1680-2960).
"Dampak dari gerhana bulan total bagi kehidupan manusia adalah pasang naik air laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya ketika tidak terjadi gerhana, purnama maupun bulan baru," katanya.
Saat gerhana, tidak ada cahaya Matahari yang dapat dipantulkan oleh Bulan sebagaimana ketika fase bulan purnama. gerhana dapat berwarna menjadi lebih kecokelatan bahkan hitam pekat jika partikel seperti debu vulkanik ikut menghamburkan cahaya, katanya.
Gerhana bulan total adalah fenomena astronomis ketika seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi. Itu disebabkan oleh konfigurasi antara Bulan, Bumi dan Matahari membentuk garis lurus.
Selain itu, Bulan berada di dekat titik simpul orbit Bulan, yakni perpotongan antara ekliptika (bidang edar Bumi mengelilingi Matahari) dengan orbit Bulan.
Gerhana bulan total terjadi ketika fase bulan purnama, akan tetapi, tidak semua fase Bulan Purnama dapat mengalami gerhana bulan.
Baca juga: Fenomena Terjadi 195 Tahun Sekali, Ini Kata Warga TTU - NTT Soal Gerhana Bulan yang Langka Ini
Itu dikarenakan orbit Bulan yang miring 5,1 derajat terhadap ekliptika dan waktu yang ditempuh Bulan untuk kembali ke simpul yang sama lebih pendek 2,2 hari dibandingkan dengan waktu yang ditempuh Bulan agar berkonfigurasi dengan Bumi dan Matahari dalam satu garis lurus.
Dengan demikian, Andi menuturkan Bulan tidak selalu berada di bidang ekliptika ketika purnama.
Gerhana bulan total yang dapat teramati di Indonesia untuk satu dekade berikutnya akan terjadi pada 8 September 2025, 3 Maret 2026, malam tahun baru 2029, 21 Desember 2029, 25 April 2032 dan 18 Oktober 2032.
Puncak gerhana bulan total terjadi pada pukul 17.59.11 WIB, seperti dilansir situs resmi BMKG.
Gerhana bulan total ini terjadi mulai pukul 15.00.38 WIB dan berakhir pukul 20.57.43 WIB.
Berikut ini rincian waktu terjadinya gerhana bulan 8 November 2022:
Gerhana mulai pada pukul 15.00.38 WIB
Gerhana sebagian mulai pada pukul 16.08.59 WIB
Gerhana total mulai pada pukul 17.16.19 WIB
Puncak gerhana terjadi pada pukul 17.59.11 WIB
Gerhana total berakhir pada pukul 18.42.03 WIB
Gerhana sebagai berakhir pada pukul 19.49.22 WIB
Gerhana berakhir pada pukul 20.57.43 WIB
Durasi fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir: 5 jam 57 menit 5 detik
Durasi fase gerhana sebagian mulai hingga gerhana sebagian berakhir: 3 jam 40 menit 23 detik
Durasi total gerhana bulan total 8 November 2022: 1 jam 25 menit 44 detik
Di Mana Gerhana Bulan 8 November 2022 Dapat Dilihat?
Terpantau di Seluruh Belahan Bumi
Gerhana bulan total akan terlihat di hampir seluruh sisi malam bumi, dari bagian timur Rusia dan Kazakhstan, China, dan India bagian timur hingga Amerika Utara dan bagian barat Amerika Selatan