Opini
Opini : Memaknai Kembali Sumpah Pemuda
Mestinya kita dapat meneladani para pemuda melalui “Sumpah Pemuda” yang secara bulat dapat melihat persatuan adalah kunci eksistensi bangsa.
Pada sisi yang lain, sesuai dinamika yang ada, terdapat kelompok-kelompok yang kurang bisa menerima realitas keberagaman. Kelompok ini sering disebut sebagai kelompok radikal berkedok agama.
Kelompok ini memiliki pandangan ideologis dalam pergerakan untuk mengubah tatanan negara bangsa Indonesia. Jalan kekerasan maupun secara lunak melalui media social menjadi sarana yang ditempuh.
Khususnya media social, sangat dekat dengan kehidupan kita terutama para generasi muda. Generasi muda rentan terhadap dampak negative dari media social.
Menurut hemat penulis, berbagai dinamika tersebut menjadi tantangan kontekstual atas persatuan keindonesiaan kita. Momentum peringatan “Sumpah Pemuda,” sangat relevan untuk memaknai kembali persatuan dengan membangun semangat untuk selalu mewujudkannya.
Sebagai bangsa mestinya kita dapat meneladani para pemuda melalui “Sumpah Pemuda” yang secara bulat dapat melihat persatuan adalah kunci eksistensi sebagai bangsa. Seiring dengan itu, dipahami bahwa ancaman terhadap integrasi adalah kontekstual dan menjadi musuh bersama.
Peran Semua Komponen Bangsa
Dari berbagai gambaran permasalahan yang sudah disebutkan, terlihat bahwa berbagai factor permasalahan terhadap persatuan bangsa pada dasarnya dekat dengan kegiatan-kegiatan di seputar kehidupan kita. Dari aparatur pemerintah sampai masyarakat umum dapat menjadi factor yang ikut berpengaruh.
Semua pihak terlibat untuk memainkan peran. Tentu saja peran yang dimaksudkan adalah partisipasi untuk menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat mengurangi rasa kohesivitas nasional dan sebaliknya terpanggil mendorong tumbuhnya rasa persatuan. Prosesnya diharapkan dapat berjenjang, dimulai dari komunitas terkecil seperti keluarga, kelompok, sampai dalam komunitas nasional.
Semua pihak sesuai kapasitasnya mestinya ikut berkontribusi guna mendorong kesadaran menjadi bagian dari komunitas terbayang seperti disebut Anderson. Mewujudkan persatuan tidak mudah. Prosesnya panjang dan dipengaruhi berbagai situasi kehidupan social sampai nasional.
Pemaknaan persatuan secara kontekstual antara lain dalam wujud peran aparatur pemerintah menjadi pengayom, pelayan, dan anutan. Masyarakat sendiri diharapkan ikut berpartisipasi untuk menciptakan kondisi kehidupan yang kondusif, seperti menghargai nilai-nilai keberagaman dan peduli kepada anggota keluarga agar memiliki loyalitas kepada negara sebagaimana negara kita saat ini yang sudah dibangun para “Founding Fathers”. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-Sumpah-Pemuda.jpg)