Berita Manggarai Barat

Pemkab Manggarai Barat Dorong Pendidikan Anak Usia Dini Mulai Dari Desa

Bupati yang akrab disapa Edi Endi itu menegaskan kepada para Kepala Desa yang baru dilantik maupun yang sementara menjabat

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi. Rabu 26 Oktober 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ), terus mendorong kualitas pendidikan termasuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di desa.

Hal ini disampaikan Bupati Manggarai BaratEdi Endi, usai melantik Walterius Genggu, Kepala Desa Pengka, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Rabu 26 Oktober 2022.

Bupati yang akrab disapa Edi Endi itu menegaskan kepada para Kepala Desa yang baru dilantik maupun yang sementara menjabat, wajib membangun PAUD di semua desa yang ada di wilayah Manggarai Barat.

Baca juga: Bupati Manggarai Barat Serahkan Bantuan Alat Tulis Bagi Siswa SMPN 3 Kuwus

Bahkan ia sempat menantang beberapa Kades yang baru dilantik untuk membangun PAUD sebanyak mungkin. Ia mengatakan, hal tersebut merupakan kewajiban pemerintah dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

"Alokasikan dana desa untuk membiayai keberlangsungan PAUD, kita tanamkan pendidikan yang baik dan layak kepada anak-anak kita sebagai penerus bangsa ini," ujar Edi Endi.

Selain itu dijelaskan, untuk memajukan pendidikan anak usia dini, para Bunda PAUD harus mampu membangun kerja sama dengan semua pihak di lintas sektor, dengan membuat kesepakatan strategis yang mampu menunjang pengembangan pendidikan ini. 

Ia pun menyarankan, Bunda PAUD atau pengurus PAUD intens menjalin komunikasi dengan tim penggerak PKK kecamatan maupun kabupaten. "Saya menaruh harapan agar setiap desa di wilayah Manggarai Barat mampu mengurus pendidikan anak usia dini dengan baik," pintanya. 

Baca juga: Bupati Manggarai Barat Minta Kades Terpilih Waning Utamakan Kepentingan Rakyat

Tidak hanya itu, Bunda PAUD juga dapat berkontribusi dalam penanganan stunting, melalui program kerja sama dengan Puskesmas atau Posyandu. Dengan demikian, Bunda PAUD secara langsung telah ikut berperan membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting di Mabar.

Lebih jauh, Edi Endi juga memperbolehkan para Kades untuk membiayai sekolah anak-anak dari keluarga kurang mampu menggunakan dana APBDes. Menurutnya, kebijakan tersebut akan berdampak pada pembangunan di desa itu sendiri dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

"Misalnya didorong sekolah ambil jurusan pertanian, begitu selesai dia pulang berkarya untuk membangun desanya, saya pasti dukung itu," pungkasnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved