Kapal Cantika 77 Terbakar
Kapal Cantika 77 Terbakar, Manajemen PT Pelayaran Dharma Indah Menghilang
Syeren Patricia, selaku Kepala Cabang, masih bungkam. Pesan WhatsApp dan panggilan seluler untuk mengkonfirmasi kejadian ini, tidak ditanggapi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Manajemen PT Pelayaran Dharma Indah selaku penanggungjawab Kapal Cantika 77 hingga kini 'menghilang'. Manajemen enggan muncul ke publik pasca Kapal Cantika 77 Terbakar, Senin 24 Oktober 2022 siang.
Syeren Patricia, selaku Kepala Cabang, masih bungkam. Pesan WhatsApp dan panggilan seluler untuk mengkonfirmasi kejadian ini, tidak ditanggapi. Ia sempat menyampaikan melalui pesan singkat pada Senin kemarin ketika sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadi.
Selanjutnya, Patricia tidak lagi memberi informasi apapun tentang peristiwa itu. Hingga kini tidak ada kelanjutan informasi ataupun hal lain yang disampaikan pihak perusahaan.
Selain itu, alamat kantor dari PT Pelayaran Dharma Indah, juga membingungkan. Hasil penelusuran, alamat perusahaan itu berada di jalan gunung Mutis 2A, Kelurahan Kampung Solor Kota Kupang.
Namun, ruko yang sebelumnya ditempati sebagai perkantoran PT Pelayaran Dharma Indah, kini kosong. Sudah tidak ada lagi aktivitas. Pintu kantor berwarna hijau tertutup rapat. Ruko bertingkat itu juga tidak ada aktivitas lain disekitarnya. Warga setempat tak mengetahui pasti keberadaan kantor itu.
Di pelabuhan Tenau Kupang yang biasanya digunakan sebagai loket penjualan tiket, juga sepi. Tidak ada aktivitas apapun. POS-KUPANG.COM, telah berupaya mengkonfirmasi ke beberapa pihak termaksud Dinas Perhubungan (Dishub) NTT selaku otoritas pengawas.
Kepala Dishub NTT Isyak Nuka, mengaku, ia juga tidak tauh alamat jelas kantor PT Pelayaran Dharma Indah. Dia hanya bercerita kalau sejak awal perusahan itu memiliki kantor di Kelurahan Kampung Solor. Setelahnya sudah tidak ada informasi, terutama mengenai alamat PT Pelayaran Dharma Indah.
Baca juga: Kapal Cantika 77 Terbakar, Ombudsman NTT Dorong Lakukan Investigasi
Isyak mengaku, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua perusahaan pelayaran yang ada di NTT, khususnya untuk alamat kantor. Hal itu perlu agar ketika kejadian ini informasi mudah didapat.
Kepala Ombudsman RI perwakilan NTT, Darius Beda Daton, berang dengan sikap manajemen PT Pelayaran Dharma Indah. Harusnya pemilik atau pengelola kapal tampil ke publik dan menyatakan pertangungjawaban.
"Dalam situasi ini, mestinya pemilik/pengelola kapal harus tampil menyampaikan turut berduka, permohonan maaf dan siap bertanggungjawab atas kecelakaan yang terjadi," tegasnya, Selasa 25 Oktober 2022.
Menurut Darius, kejadian semacam ini memang tida dikehendaki. Akan tetapi, pernyataan ini penting sebagai wujud dukungan moril kepada keluarga korban.
Tragedi KM Cantika 77 ini, setidaknya telah menewaskan 17 orang, sedangkan 312 orang selamat. Dalam daftar manifest, kapal itu harusnya hanya memuat 167 penumpang dan 10 ABK. Kelebihan muatan itu setelah tim SAR melakukan evakuasi dan menemukan sejumlah korban di perairan Naikliu Kabupaten Kupang. (Fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bangkai-Kapal-Cantika-77.jpg)