Jumat, 5 Juni 2026

Berita Lembata

Program INCIDENT Catholic Relief Services Perkuat Ketahanan Warga Lembata Terhadap Perubahan Iklim

INCIDENT bermakna meningkatkan ketangguhan melalui adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di Nusa Tenggara. 

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa secara resmi melaunching program INCIDENT di Hotel Anisa, Kota Lewoleba, Kamis, 13 Oktober 2022. Program ini dibawa oleh lembaga Catholic Relief Services (CRS) bersama mitra Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat) untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM LEWOLEBA - Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa secara resmi melaunching program INCIDENT di Hotel Anisa, Kota Lewoleba, Kamis, 13 Oktober 2022. 

Program ini dibawa oleh lembaga Catholic Relief Services (CRS) bersama mitra Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat) untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. 

INCIDENT merupakan singkatan dari Increasing people’s resilience through Climate Change Adaptation and Disaster Risk Reduction in Nusa Tenggara yang bermakna meningkatkan ketangguhan melalui adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di Nusa Tenggara. 

Baca juga: BBM Subsidi di Lembata Dijual Eceran Dengan Harga Non Subsidi

Program Manajer INCIDENT, Angel Patricia Christy Supit, menerangkan, program tersebut akan dilaksanakan di 3 kabupaten di NTT bersama mitra lokal Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) di Kabupaten Flores Timur, bermitra dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat) di Kabupaten Lembata dan bermitra dengan Perkumpulan Relawan CIS Timor di Kabupaten Belu.  

Menurut dia, tujuan besar dari proyek INCIDENT adalah masyarakat rentan di NTT dan NTB mencapai resiliensi jangka panjang terhadap guncangan dan tekanan yang diakibatkan oleh perubahan iklim. 

Angel menguraikan, proyek tersebut memiliki 3 sektor kegiatan utama. Pertama, masyarakat rentan di kabupaten sasaran secara efektif mempersiapkan dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan bencana melalui praktik pertanian yang lebih baik. Kedua, masyarakat, otoritas pemerintah daerah, LSM/Organisasi masyarakat dan pemangku kepentingan utama lainnya di kabupaten sasaran secara efektif mempersiapkan, memitigasi dan beradaptasi terhadap risiko bencana dan iklim. Ketiga, rumah tangga rentan di Kabupaten sasaran lebih tangguh secara finansial. 

Baca juga: Penjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa Minta Hentikan Polarisasi 

Di kabupaten Lembata, proyek ini akan diimplementasikan di 5 desa di kecamatan Nubatukan dan Nagawutung. 

CRS dan Mitra terpilih di kabupaten Lembata telah mengadakan beberapa kegiatan awal, termasuk koordinasi dan sharing informasi dengan pemerintah daerah. 

Menurut Country Manager CRS Indonesia, Yenni Suryani, program INCIDENT bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat supaya efektif beradaptasi dengan dampak perubahan iklim dan bencana alam melalui praktik pertanian yang lebih baik.

Baca juga: Kabupaten Lembata Launching Pelajaran Muatan Lokal Berbasis Budaya

“Memperkuat ketangguhan mereka, memperkuat pengetahuan tentang risiko bencana karena Lembata banyak wilayah rentan bencana,” kata Yenni kepada wartawan usai peluncuran program INCIDENT di Hotel Anisa Lewoleba. 

“Kita bantu kerja sama dengan pemerintah lokal memperkuat kapasitas lokal dari sisi pengurangan risiko bencana dan memperbaiki tekni pertanian yang adaptif dengan perubahan iklim serta membantu,” tambahnya.

Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa, mengucapkan terima kasih kepada Catholic Relief Services (CRS) Indonesia yang sudah memilih kabupaten Lembata sebagai salah satu sasaran proyek INCIDENT.

“Kehadiran CRS Indonesia dengan Proyek INCIDENT ini akan semakin menguatkan dan memperteguh komitmen bersama dalam upaya mitigasi terhadap risiko bencana dan perubahan iklim di daerah ini,” kata Marsianus. 

"Untuk itu saya sangat mengharapkan agar ke depannya harus ada kerja sama dan kolaborasi yang baik antara semua elemen untuk mendukung dan mengawal proyek INCIDENT ini agar bersama-sama kita mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam rangka peningkatan teknik pertanian cerdas iklim, pengurangan risiko bencana dan penguatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved