Minggu, 12 April 2026

Berita Lembata

Kabupaten Lembata Launching Pelajaran Muatan Lokal Berbasis Budaya

Pemerintah daerah pun tentu punya tanggungjawab untuk menyiapkan generasi muda Lembata yang bangga dengan identitas daerah mereka.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata Anselmus Asan Ola menyerahkan buku pelajaran muatan lokal berbasis budaya kepada perwakilan kepala sekolah di Aula Perpustakaan Daerah Lembata, Selasa, 11 Oktober 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata melaunching secara resmi pelajaran muatan lokal berbasis budaya di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, Selasa, 11 Oktober 2022. Ini merupakan sejarah bagi dunia pendidikan di Kabupaten Lembata karena bisa menghasilkan produk muatan lokal yang akan diajarkan di sekolah-sekolah di Lembata.

Penyusunan muatan lokal berbasis budaya ini didampingi langsung oleh Universitas Muhamadiyah Malang.

Anselmus Asan Ola, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, mengatakan, gagasan membuat muatan lokal ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan merosotnya internalisasi nilai-nilai budaya di kalangan generasi muda akibat pengaruh modernisme. Pemerintah daerah pun tentu punya tanggungjawab untuk menyiapkan generasi muda Lembata yang bangga dengan identitas daerah mereka.

Baca juga: Thomas Ata Ladjar Siap Luncurkan Buku Monumental Tentang Lembata

Gagasan untuk menyusun kurikulum berbasis budaya juga jadi salah satu poin penting yang masuk dalam Rencana Kerja Pendidikan (Rakerdik) Kabupaten Lembata Tahun 2022. Sejak itu, tim dibentuk untuk mulai mengumpulkan data-data di seluruh Lembata dan menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Anselmus juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhamadiyah Malang dan Kementerian Pendidikan yang telah membantu pemerintah daerah membuat muatan lokal berbasis budaya.

Dia berujar, muatan lokal yang disusun di bawah spirit Kurikulum Merdeka, tentu saja mengutamakan internalisasi nilai peserta didik dan bukan angka. Artinya, guru diberi keleluasan untuk mengukur tingkat ketercapaian pembelajaran berdasarkan tujuan pembelajarannya. Dalam hal ini, ada perubahan paradigma, kalau sebelumnya ‘mengejar angka’ sekarang ‘mengejar nilai.’

Baca juga: Pemilu 2024, KPU Lembata Siap Keluar Masuk Rumah Warga untuk Verifikasi Faktual

Profesor Yus Mochamad Cholily, M.Si dari Universitas Muhamadiyah Malang, mengatakan muatan lokal berbasis budaya sangat penting untuk membentuk karakter dan identitas peserta didik sebagai orang Lembata.

“Saya belum pernah dengar tentang Lembata di Jawa. Orang Lembata kalau ke Jawa tidak pernah cerita tentang Lembata. Tapi mereka pergi ke Jawa dan pulang ke Lembata dan bicara tentang Jawa,” ujarnya prihatin.

Acara launching dan talkshow ini juga dihadiri langsung oleh para kepala sekolah, guru dan tokoh pendidikan yang ada di Lembata serta Dr Baharuddin, Mpd dari Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved