Berita Ende

Direktur Yayasan Tananua Flores Sebut Pesisir Pantai Ndori Ende Hasilkan 6,6 Ton Gurita Tahun 2021

Yayasan Tananua Flores melakukan intervensi program perikanan dan kelautan di Wilayah kecamatan ndori sejak Jani 2021

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Direktur Yayasan Tananua Flores, Bernadus Sambut saat pose bersama dengan salah seorang nelayan gurita di Desa Maubasa Timur, Rabu 5 Oktober 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Direktur Yayasan Tananua Flores, Bernadus Sambut mengatakan Yayasan Tananua Flores melakukan intervensi program perikanan dan kelautan di Wilayah kecamatan ndori sejak Jani 2021.

Untuk itu, pihaknya menetapkan program perikanan gurita di empat desa dengan pendekatan kawasan artinya dari ke empat desa ini menjadi desa sasaran pendampingan dan pelaksanaan program.

Desa yang masuk dalam pendampingan Tananua adalah desa Maubasa, Maubasa timur, Desa Sera Ndori dan Desa Maubasa Barat.

Baca juga: Rumah Gurita di Kecamatan Ndori Ende Kembali Dibuka Setelah Tiga Bulan Ditutup Masyarakat

Penetapan terhadap empat desa tersebut di awali dengan Asesmen awal yang dilakukan oleh Tananua, dari proses asesmen tersebut kemudian melakukan penetapan dan melakukan penempatan staf Tananua untuk mendampingi masyarakat Nelayan yang ada di empat desa tersebut.

Kegiatan yang di luncurkan oleh Yayasan Tananua ke 4 desa tersebut yaitu, Penguatan kapasitas kelompok Nelayan lewat pelatihan-pelatihan, Kegiatan Kesehatan, Pendataan Gurita dan kegiatan Buka tutup Lokasi tangkap Gurita.

Selain itu yang menjadi rutinitas setiap hari adalah pendataan gurita dan melakukan umpan balik data kepada masyarakat dan Nelayan.  Pendataan gurita mulai sejak September 2021 hingga oktober saat ini.

Baca juga: Kasus Penyebaran Foto Bugil di Ende Dinyatakan P21, Polres Ende Serahkan Tersangka dan Barang Bukti

Yayasan  Tananua menempatkan Enumerator Pendata sebanyak 3 orang di wilayah kecamatan Ndori. Untuk Maubasa 1 orang, Maubasa timur dan Serandori 2 orang.

Dijelaskannya, sejak dilakukan pendampingan oleh Tananua Flores yang di mulai dari bulan September 2021 hingga september 2022 saat ini data yang tercatat secara baik oleh Enumerator adalah data hasil tangkap para nelayan  yang dilakukan dengan metode Sensus.

"Data gurita di wilayah kecamatan Ndori mulai September 2021 sampai dengan September 2022, individu gurita yang di tangkap berjumlah 6.729 ekor dengan jumlah produksi gurita 6.608,52 Kg," ujarnya.

Ia mengatakan, lokasi yang paling tinggi jumlah produksinya terdiri dari Mau Mole 1872,80 Kg dengan jumlah individu gurita 1649 Ekor, Taka sebanyak 662,10 Kg dengan jumlah individu yang ditangkap 627 ekor dan Lelu Jumlah Produksi 280,10 Kg dengan Jumlah individu gurita yang di tangkap 303 ekor.

Baca juga: Kapolres Ende Hadiri Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Maribhara Ende

"Dari jumlah keseluruhan lokasi tangkap gurita, rata-rata gurita yang didapati oleh nelayan di bawah dari 2 kg. Hal itu dilihat dari presentase antara berat gurita dan jumlah ekor," ungkapnya.

Ia menambahkan, Kecamatan Ndori juga memiliki wilayah laut yang cukup luas mencakup beberapa desa. Dengan wilayah laut yang luas, tentu memiliki banyak sekali potensi perikanan di dalamnya yang salah satu jenis komoditas unggul adalah Gurita.

Dari pendekatan yang dilakukan Tananua sejak bulan september 2021 hingga saat ini maka dengan sendirinya sudah berpengaruh pada pola berpikir Nelayan, tokoh masyarakat dan pemerintah setempat tentang pentingnya mengatur ruang laut dan bagaimana menjaga area pesisir laut agar terus terjaga dan lestari.

"Dari situlah kemudian nelayan dan pemerintah setempat bersepakat untuk membentuk kelompok pengolah perikanan berbasis masyarakat yang disebut dengan kelompok LMMA Ndori," pungkasnya. (tom)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved