Berita Ende

Rumah Gurita di Kecamatan Ndori Ende Kembali Dibuka Setelah Tiga Bulan Ditutup Masyarakat

Pembukaan Rumah Gurita difasilitasi kelompok pengolah perikanan berbasis masyarakat kelompok LMMA Ndori, dan Yayasan Tana Nua Flores

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM - TOMMY MBENU NULANGI
PEMBUKAAN RUMAH GURITA - Suasana kegiatan implementasi pembukaan penutupan sementara lokasi rumah gurita di Desa Maubasa Timur, Kecamatan Ndori, Rabu 5 Oktober 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Rumah Gurita yang ada di wilayah pesisir Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende kembali dibuka setelah tiga bulan lamanya ditutup oleh masyarakat yang ada di wilayah itu.

Pembukaan Rumah Gurita difasilitasi kelompok pengolah perikanan berbasis masyarakat yang disebut dengan kelompok LMMA Ndori, dan Yayasan Tana Nua Flores.

Berdasarkan pantauan, kegiatan pembukaan Rumah Gurita tersebut dilaksanakan oleh Camat Ndori, Paul Marvel Frederikus di Desa Maubasa Timur, Rabu 5 Oktober 2022.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Direktur Yayasan Tana Nua Flores Bernadus Sambut, dan Perwakilan Kantor Cabang Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi NTT Cabang Ende, Ngada, Nagekeo Siprianus Seru serta masyarakat setempat.

Ketua Kelompok Locally Manager Marine Area (LMMA) Burhanudin Jua mengatakan, kegiatan implementasi pembukaan rumah gurita merupakan kegiatan lanjutan dan rencana kerja dari LMMA yang sudah didampingi Yayasan Tana Nua Flores selama tiga bulan belakangan ini.

Sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan bersama dengan LMMA seperti kegiatan sosialisasi rencana penutupan sementara rumah gurita, dan penutupan sementara lokasi penangkapan gurita, feedback data perikanan gurita, kegiatan patroli lokasi penutupan sementara gurita, fasilitasi pembahasan peraturan kepala desa (perkades) bersama lima desa yang ada di pesisir kecamatan Ndori, dan pembukaan lokasi sementara rumah gurita pada hari ini.

Baca juga: Kasus Penyebaran Foto Bugil di Ende Dinyatakan P21, Polres Ende Serahkan Tersangka dan Barang Bukti

"Rencana kedepan yang akan dilaksanakan adalah penguatan organisasi nelayan, kegiatan latihan perencanaan bisnis bagi pengurus kelompok, memfasilitasi legalitas kelompok LMMA ke tingkat provinsi, memfasilitasi pengurus LLMA dengan mitra bisnis," ujarnya.

Sementara itu, Camat Ndori Paul Marvel Frederikus mengungkapkan, potensi perikanan gurita yang ada di Kecamatan Ndori sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Menurutnya, salah satu kecamatan di Kabupaten Ende yang memiliki populasi gurita paling banyak yaitu di wilayah Kecamatan Ndori.

"Untuk itu, saya sampaikan terima kasih kepada Yayasan Tana Nua yang sudah mendampingi kita dalam upaya pengembangan wilayah pesisir di kecamatan Ndori ini," ujarnya.

Melakukan Berbagai Intervensi

Direktur Yayasan Tananua Flores, Bernadus Sambut mengaku, pihaknya telah melakukan intervensi program perikanan dan kelautan di wilayah kecamatan ndori sejak Jani 2021 lalu. Penetapan program di empat desa dengan pendekatan kawasan artinya dari ke empat desa ini menjadi desa sasaran pendampingan dan pelaksanaan program.

Desa yang masuk dalam pendampingan Tananua adalah Desa Maubasa, Maubasa timur, Sera Ndori dan Desa Maubasa Barat. Penetapan ke 4 desa ini di awali dengan Asesmen awal yang dilakukan oleh Tananua. Dari proses asesmen tersebut kemudian melakukan penetapan dan pihaknya menempatkan staf tananua untuk mendampingi masyarakat Nelayan yang ada di 4 desa tersebut.

Baca juga: Kapolres Ende Hadiri Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Maribhara Ende

Kegiatan yang di luncurkan oleh Yayasan Tananua Flores ke 4 desa tersebut yakni penguatan kapasitas kelompok nelayan lewat pelatihan, Kegiatan kesehatan, pendataan gurita dan kegiatan buka tutup lokasi penangkapan Gurita.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved