Liga I Tragedi Kanjuruhan

Liga 1 Tragedi Kanjuruhan Malang, Warga Flores Timur Philip Kumanireng Jadi Korban

Tercatat 125 suporter Arema meninggal dunia akibat kejadian nahas itu. Salah korban diketahui merupakan warga Flores Timur NTT

Editor: Edi Hayong
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
RUSUH - Suasana di area Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, seusai kericuhan penonton yang terjadi seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 bertajuk derbi Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/9/2022) malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur memakan ratusan korban. Kerusuhan pecah usai laga liga 1 BRI mempertemukan Arema Malang versus Persebaya Surabaya dalam derbi Jawa Timur, Sabtu 1 Oktober 2022 malam. 

Tercatat 125 suporter Arema meninggal dunia akibat kejadian nahas itu. Salah korban diketahui merupakan warga Flores Timur (Flotim) atas nama Philip Kumanireng  (23). 

Korban merupakan anak dari Daniel Kumanireng, warga Desa Serinuho Kecamatan Titehena Kabupaten Flotim, NTT.

Almahrum selama ini menetap bersama kedua orang tuanya di Malang, Jawa Timur, dan sering kembali ke kampung halaman ketika musim libur. 

Nonggi, salah satu mahasiswa Flotim yang berada di Malang membenarkan informasi itu.

Ia mengaku sempat melayat ke rumah korban di jalan Simpang Mega Mendung, Kelurahan Gadingasri, Kecamatan Klojen, Malang. 

Baca juga: Arema Lembata dan Lomblen Mania Gelar 1000 Lilin Untuk Korban Stadion Kanjuruhan Malang

Nonggi dihubungi dari Kupang, Selasa 4 Oktober 2022 malam, menjelaskan, korban selama ini tinggal di Malang. Saat kejadian memang korban ikut menonton laga 'panas' tersebut. 

"Kemarin saya ada ke rumahnya. Ke rumah duka jadi bapanya bilang mereka ada tiga orang pergi nonton. Dia (almahrum), pacarnya dan adik laki-lakinya," jelasnya. 

Saat kejadian, ketiganya masih dalam satu posisi. Namun, ketika adanya tembakan gas air mata, kekasih dari Philip ikut terkena gas air mata

Niatnya, lanjut Nonggi, almahrum ingin menolong calon tunangannya itu. Karena banyaknya orang disekitar area tribun, akhirnya Philip ikut terjatuh lalu diinjak oleh suporter lainnya. Bahkan, adik laki-lakinya terpisah dari Philip. 

Oleh adik dari Philip, mengabarkan kepada keluarga kalau Philip dan kekasihnya sudah dilarikan ke rumah sakit akibat kejadian tersebut. 

Di rumah sakit, kata Nonggi, kabar duka diterima keluarga menyebutkan kalau Philip dan pacarnya sudah tidak lagi bernyawa. Keduanya meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. 

Baca juga: Liga 1 Tragedi Kanjuruhan Malang, PSSI Hentikan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Tanpa Batas Waktu

"Kalau adik laki-lakinya itu sampai sekarang matanya agak biru dan tangan sakit. Mereka dua calon pasangan ini yang meninggal," tuturnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved