Berita Nasional

Tenaga Kerja di Baubau dan Buton Terima BSU dari Presiden Jokowi

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Penulis: Paulus Burin | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
SERAHKAN BSU - Presiden Jokowi saat menyerahkan BSU di Kita Babau, 27 September 2022. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan ( BPJAMSOSTEK ), Anggoro Eko Cahyo menyerahkan Bantuan Subsidi Upah ( BSU ) kepada pekerja di Kota Baubau dan di Kabupaten Buton, 27 September 2022.

Seluruh penerima BSU di wilayah tersebut berasal dari beragam sektor di antaranya pertambangan, perdagangan, telekomunikasi, transportasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, jasa keuangan dan Non ASN.

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang masih dalam pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Baca juga: BSU 2022, Ini Penyebab BLT Rp 600 Ribu Belum Cair, Cek Rekening dan Statusmu di BPJS Ketenagakerjaan

"Ini tadi yang pertama kita menyaksikan pemberian BSU, Bantuan Subsidi Upah kepada para pekerja di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jadi, sampai saat ini untuk bantuan subsidi upah yang sudah tersalur adalah 7.077.000, artinya sudah 48,3 persen yang sudah tersalur, dan ini terus berjalan dengan kecepatan yang saya lihat sangat baik," terang Jokowi.

Saat melakukan dialog dengan penerima BSU, Jokowi juga berpesan agar dana bantuan tersebut tidak digunakan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif seperti membeli handphone.

Sementara itu Direktur Utama BPJAMSOSTEK, Anggoro Eko Cahyo lebih jauh menjelaskan bahwa jumlah peserta BPJAMSOSTEK yang telah menerima BSU di Kota Baubau sebanyak 1.919 pekerja, serta di Kabupaten Buton sebanyak 655 pekerja.

Pada penyaluran BSU tahun ini, BPJAMSOSTEK kembali dipercaya oleh pemerintah menjadi mitra penyedia data calon penerima bantuan tersebut. Anggoro mengatakan hingga saat ini BPJAMSOSTEK telah menyerahkan 9,5 juta data calon penerima BSU kepada Kemnaker. Angka tersebut akan bertambah seiring dengan proses verifikasi dan validasi yang masih terus berjalan. Lebih jauh pihaknya juga menjelaskan bahwa penyerahan data dilakukan secara bertahap karena mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keakuratan data.

Baca juga: Kabar Gembira dari Kemenaker, BSU 2022 Senilai Rp 600 Ribu Cair Pekan Ini, Simak Syarat Penerima

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah kembali memberikan kepercayaan bagi BPJAMSOSTEK untuk menjadi mitra penyedia data program BSU. Kami berkomitmen untuk mendukung keberhasilan dan kelancaran program ini, sehingga nantinya BSU dapat tersalurkan ke seluruh pekerja Indonesia yang ditargetkan mencapai 14,5 juta orang,” terang Anggoro.

Dapat dikatakan bahwa BSU ini juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada perusahaan atau pemberi kerja yang telah mendaftarkan seluruh pekerjanya menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Pasalnya, sesuai dengan Permenaker No 10 Tahun 2022, salah satu kriteria penerima BSU adalah pekerja yang merupakan peserta aktif BPJAMSOSTEK. Selain itu, pekerja juga harus memiliki gaji atau upah paling banyak Rp 3,5 juta atau senilai upah minimum provinsi kab/kota, serta bukan merupakan PNS, TNI maupun Polri.


"Saya mengajak seluruh pemberi kerja untuk tertib mendaftarkan pekerjanya dengan upah sesuai yang dibayarkan, agar nantinya jika ada program lanjutan dari pemerintah, para pekerjanya bisa mendapatkan bantuan subsidi upah atau bantuan lainnya yang berdasarkan data kepesertaan BPJAMSOSTEK.

Selain itu tentunya para pekerja juga akan lebih produktif karena terlindungi dari risiko kecelakaan kerja, kematian serta memiliki hari tua yang sejahtera," tutup Anggoro.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan NTT, Christian Natanael Sianturi menambahkan bahwa untuk para pekerja mohon berhati-hati terhadap penyebaran identitas pribadi, mohon untuk lebih aware dalam memberikan informasi mengenai data kependudukan, apalagi kepada oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan BPJAMSOSTEK dalam hal BSU atau hal yang lain.

Chris menambahkan jika membutuhkan informasi mengenai BSU, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BSU di bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id agar mudah dalam mendapatkan informasi yang benar dan tidak menyesatkan. (*/pol)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved