Berita NTT

Tak Perlu Takut Inflasi dan Krisis Pangan Ada Aplikasi B Pung Petani Karya Pemprov NTT & Bank NTT

Bank NTT sebagai support system, dalam waktu yang singkat mendesain aplikasi B Pung Petani menjawab permintaan Gubernur NTT, masyarakat NTT

Editor: Eflin Rote
Foto: HUMAS Bank NTT
PANEN - Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, bersama Kadis Pertanian NTT, Lecky Koli, Komut KIB, Ben Polo Maing, Kadis Pertanian Lembata, Kanis Tuaq dan Pj Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba, Petrus Soba Lewar, saat panen jagung TJPS di Desa Bour Kecaatan Wulanggitang, Lembata, awal September kemarin. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Para pakar memprediksikan, konflik politik di Eropa Timur berakibat serius pada kelangkaan bahan-bahan pangan tertentu di dunia.

Gandum salah satunya. Bahkan akan mengarah ke lainnya. Oleh karena itu menyikapi krisis pangan tersebut,  pemerintah berpikir keras guna memproteksi masyarakat dari ancaman paceklik.

Tak terkecuali Pemerintah Provinsi NTT. Provinsi yang dikenal sebagai  daerah yang memiliki lahan kering terbanyak dan curah hujan yang rendah, yakni empat bulan, menyebabkan pemerintah harus sigap memetakan potensi unggulan setiap daerah.

Bank NTT pun hadir, menyodorkan sebuah solusi.

Baca juga: Bank NTT Gelar Kompetisi Paduan Suara dan Tarian Etnik Kontemporer di SCC Maumere

Untuk diketahui, Bank NTT sebagai support system, dalam waktu yang singkat mendesain aplikasi B Pung Petani menjawab permintaan Gubernur NTT, masyarakat NTT harus lolos dari ancaman silent tsunami yang ditengarai sebagai pembunuh dalam keheningan. Dan, ini juga merupakan bagian dari kerja keras serta kerja cerdas dalam menjalankan spirit kerja no box.  

“Untuk itulah kami bekerjasama dengan dinas pertanian dan ketahanan pangan NTT kami desain aplikasi B Pung Petani, dengan nama berbasis lokal. Karena dengan kemandirian tersebut, kita boleh yakin bahwa daerah yang sulit sukar dan melewati berbagai krisis, telah memiliki kemampuan bahkan menjadi topangan fundamental ekonomi NTT,”demikian Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho di sebuah kesempatan.

Baca juga: Bank NTT Gelar Penjurian Kompetisi Paduan Suara Tarian Etnik Kontemporer 2022 di Waingapu

Bank NTT sangat bersemangat mensosialisasikan aplikasi ini. Berawal dari sosialisasi kepada para camat, kepala desa serta penyuluh di seluruh Kabupaten Lembata, awal September kemarin, dilanjutkan dengan sosialisasi kepada komponen yang sama di Pantai Ina Burak, Flores Timur dalam rangkaian kunjungan kerja gubernur ke sana. Kini sejumlah kabupaten di Flores sudah mendapat sosialisasi aplikasi ini, baik itu secara offline maupun online.

Tak hanya itu, Bank NTT telah menyediakan buku panduan kepada seluruh PPL untuk diimplementasikan dengan baik. Jika dalam penyelenggara ada kendala maka tim bersama antara Bank NTT dan Dinas Pertanian NTT akan mencarikan solusinya melalui PIC.

Aplikasi ini pun bisa menjawab persoalan-persoalan yang ada, seperti krisis pangan dan inflasi. Karena validitas data ini by name by adress baik komoditi, luas lahan dan lahan garapan.

Jangan ditanya megenai manfaat aplikasi tersebut bagi Off Taker karena mereka dengan mudahnya mengakses informasi mengenai kepastian produksi; Kepastian pasar; Kepastian distribusi; Kepastian penyediaan sarana produksi pertanian seperti Bibit, Pupuk, Nutrisi, Herbisida dan, Pestisida.

Baca juga: Dewan Juri Festival Desa Binaan dan PAD Bank NTT Tahun 2022 Nilai di Desa Humusu C-Wini

Sedangkan bagi Petani, Peternak, dan Wirausaha, aplikasi ini memberikan manfaat untuk peningkatan kualitas produksi mulai Benih, pupuk, pestisida, herbisida, dan lain-lain; Juga Kepastian pasar; Terapan teknologi; Dan, kelebihan produksi dimanfaatkan untuk industri lainnya. Serta dapat meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) serta Kesejahteraan petani; Memperluas akses pasar; dan Memotong jalur distribusi. Peningkatan ini karena produksi bahan pangan yang dihasilkan secara kualitas dan kuantitas, serta memiliki mutu yang baik dan terseleksi dengan baik. Sementara ada juga peningkatan PDRB. Kestabilan ekonomi di Provinsi NTT membantu Pemerintah Daerah dalam membuat kebijakan daerah atau perencanaan, serta memberikan informasi yang menggambarkan kinerja perekonomian daerah.

Bagi Masyarakat atau Konsumen, melalui aplikasi ini terjadi stabilitas harga; Hasil produksi pertanian yang berkualitas dan sehat dikonsumsi. Hasil produksi yang bervariatif dan beragam sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau konsumen. Dan, Lapangan kerja yang baru akan tercipta.

Untuk para pihak terkait atau stekholders, aplikasi B’Pung Petani memberikan manfaat semua pihak akan mendapatkan data-data yang valid terkait pelaku usaha, jenis usaha dan produksi yang dihasilkan. Data informasi aktivitas pertanian; Bertumbuhnya industri baru, dan penentuan kebijakan pemberian modal bagi petani/peternak/wirausaha.

Ada pula manfaat lain bagi Penyuluh Pertanian yakni mereka bisa mendata kelompok tani; Mendata kebutuhan sarana produksi; Mendampingi kelompok tani hingga panen; Melaporkan hasil panen kelompok tani melalui aplikasi B Pung Petani.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved