Berita Kota Kupang

Harga Pertamax Turun Lagi Per 1 Oktober 2022

termasuk Pertamina, biasanya melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi setiap tanggal 1 setiap bulannya.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
ANTRE - Antrean pengisian BBM di SPBU Firma Hasan Kota Kupang  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Harga Bahan Bakar Minyak atau BBM Pertamax turun lagi per 1 Oktober 2022.

Harga minyak mentah dunia sejak Agustus lalu terlihat menunjukkan tren penurunan. Bahkan beberapa hari belakangan sempat menyentuh di bawah US$ 80 per barel meski kin ada peningkatan.

Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga jual jenis bahan bakar umum (JBU) atau BBM non subsidi, yakni Pertamax, Pertamax Turbo,  Dexlite, dan Perta Dex. 

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyatakan bahwa harga BBM non subsidi akan terus disesuaikan mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus.

Baca juga: Atasi Kelangkaan BBM di Sumba Barat, Grace Ora Pantau Pengisian BBM di SPBU di KM 2 dan 3

 "Seluruh penyesuaian harga berlaku mulai tanggal 1 Oktober,” jelas Irto. 

Seperti diketahui, badan usaha penyalur BBM, termasuk Pertamina, biasanya melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi setiap tanggal 1 setiap bulannya.

Misalnya, Pada 1 September 2022, Pertamina melakukan penyesuaian harga untuk tiga jenis BBM nonsubsidi yaitu Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite dan Pertamina Dex.

Untuk Pertamax Turbo (RON 98), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 14.950 dan untuk Pertamax (RON 92) menjadi Rp 13.900.

Sedangkan untuk Dexlite (CN 51), terdapat penyesuaian harga menjadi Rp 17.800 dan Perta Dex (CN 53) harganya menjadi Rp 18.100 per liternya. 

Harga ini berlaku untuk provinsi dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen seperti di wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: Pengamat Ekonomi Dr. James Adam: Pemerintah Perlu Hati-hati Tentukan Kebijakan Kenaikan Harga BBM

“Seluruh harga baru ini sudah sesuai dengan penetapan harga yang diatur dalam Kepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi. Pertamina juga terus berkomitmen untuk menyediakan produk dengan kualitas yang terjamin dengan harga yang kompetitif diseluruh wilayah Indonesia,” lanjut Irto.

Evaluasi dan penyesuaian harga untuk BBM non subsidi akan terus kami lakukan secara berkala setiap bulannya. Berdasarkan perhitungan, pada periode September lalu untuk produk Gasoline (bensin) yakni Pertamax Series mengalami penyesuaian turun harga, sedangkan untuk produk Gasoil (diesel) Dexlite dan Perta Dex penyesuaiannya naik harga. 

Mengenai adanya perbedaan penyesuaian harga pada produk Pertamax Series dan Dex Series, Irto menjelaskan bahwa hal ini diakibatkan oleh kondisi energi global, salah satunya adalah geopolitik di Eropa Timur. 

Kondisi ini menyebabkan tingginya permintaan produk bahan bakar gas di seluruh dunia, dan salah satu subtitusi produk bahan bakar gas adalah bahan bakar diesel yang harganya mengacu kepada Mean Of Platts Singapore (MOPS) Kerosene. 

“MOPS Kerosene ini menjadi acuan harga untuk bahan baku produk diesel. Tingginya permintaan dan terbatasnya bahan baku membuat harganya menjadi tetap tinggi, meskipun harga minyak dunia trennya menurun,” tukasnya. (cr16)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved