Berita Kota Kupang

Pengamat Ekonomi Dr. James Adam: Pemerintah Perlu Hati-hati Tentukan Kebijakan Kenaikan Harga BBM

penjual eceran juga merupakan unit pasokan bagi konsumen di pedalaman dan bagi konsumen yang tidak bisa menjangkau SPBU.

Editor: Rosalina Woso
HO-POS-KUPANG.COM
Pengamat Ekonomi, Dr. James Adam 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pengamat Ekonomi, Dr. James Adam mengatakan persoalan Bahan Bakar Minyak atau BBM sudah menjadi persoalan nasional bukan hanya di Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk dengan rencana kenaikan harga BBM.

Dalam konteks ini memang pemerintah perlu kehati-hatian dalam menentukan kebijakan kenaikan harga.

"Mengapa perlu hati-hati, karena harga BBM naik akan memicu naiknya Inflasi termasuk harga sembako dan harga barang-barang di pasar lainnya. Biaya transportasi juga otomatis akan naik. Intinya, kenaikan harga BBM akan menyebabkan semua komponen ekonomi akan berubah," terang James pada Selasa, 30 Agustus 2022.

Baca juga: Gelar Demo Tolak Kenaikan BBM Jilid II, Aliansi Mahasiswa Menggugat Pertanyakan Sikap DPRD TTU

Pemerintah pasti akan tetapkan satu harga BBM berlaku dr Sabang sampai Merauke tetapi tentu akan ada variasi harga yang tidak bisa dikontrol kalau BBM sampai ke tangan penjual eceran.

Memang sangat dilematis untuk menentukan kebijakan pemerintah soal ini. Termasuk larangan menjual BBM eceran karena penjual eceran juga merupakan unit pasokan bagi konsumen di pedalaman dan bagi konsumen yang tidak bisa menjangkau SPBU.

Langkah yang harus dilakukan adalah pengawasan bagi pengelola SPBU tetapi bagi penjual eceran agak sedikit sulit karena mereka berada di posisi antara SPBU dan Konsumen.

Khusus di daerah-daerah terpencil kehadiran penjual eceran sangat bermanfaat, walaupun ada larangan untuk tidak membeli minyak pakai jerigen.

Baca juga: Aliansi Mahasiswa Sumba Timur Gelar Demonstrasi Tuntut Pembatalan Kenaikan Harga BBM

Soal BBM ini adalah satu mata rantai panjang yg tidak bisa diputuskan pada satu simpul saja karena bisa mengganggu distribusi barang dan jasa pada level paling bawah.

Menurutnya yang perlu dilakukan adalah mengawasi agar tidak ada penimbunan untuk kepentingan cari untung, yang penting masih dalam tahap wajar. Jaga agar soal distribusi barang tidak terganggu, termasuk jangan sampai terjadi kelangkaan BBM. (cr16)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved