Berita Manggarai

Munas PERDIKKAATI Tahun 2022 Usung Tema Implementasi Kurikulum MBKM

Kegiatan Munas ini dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama Munas dilaksanakan di Hotel Prundi, Labuan Bajo, 29—30 September 2022.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
MUNAS - Empat Perguruan Tinggi Perkumpulan Pendidikan Keagamaan Katolik Indonesia (Perdikkati) mengikuti Munas di Hotel Prundi Labuan Bajo, pada Jumat 30 September 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Perkumpulan Pendidikan Keagamaan Katolik Indonesia disingkat PERDIKKAATI menyelenggarakan Musyawarah Nasional di Labuan Bajo dan Ruteng, Jumat  29 September 2022—1 Oktober 2022. 

PERDIKKAATI terdiri dari empat (4) Program Studi Pendidikan Agama Katolik di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia, termasuk Prodi Pendidikan Teologi Universitas Katolik Indonesia UNIKA Santu Paulus Ruteng, Prodi Pendidikan Agama Katolik UNIKA Atma Jaya, Prodi Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma, dan STKIP Widya Yuwana Madiun. 

Tema umum Munas Perdikkati adalah “Implementasi Kurikulum MBKM PERDIKKAATI”.

Kegiatan Munas ini dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama Munas dilaksanakan di Hotel Prundi, Labuan Bajo, 29—30 September 2022.

Sesi kedua akan dilaksanakan di Kampus UNIKAIndonesia Santu Paulus Ruteng 1 Oktober 2022 yang diisi dengan kegiatan seminar nasional. 

Munas kali ini terdiri dari beberapa agenda kegiatan. Agenda pertama berkaitan dengan diskusi dan bedah kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), aganda kedua berkaitan dengan pemilihan pengurus baru Perdikkati, dan agenda seminar nasional.

Munas Perdikkati dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Dr. Agustinus Manfret Habur, pengajar Unika Santu Paulus Ruteng, dan Sekretaris Jenderal Keuskupan Ruteng. 

Romo Manfret dalam kotbahnya menekankan sensitivitas Perdikkati dalam membaca arah perubahan zaman yang menuntut tanggapan-tanggapan konstruktif Perdikkati pada khususnya dan Gereja Katolik pada umumnya. 

Baca juga: Mahasiswa Prodi PBSI Unika St Paulus Ruteng Magang Jurnalistik di Pos Kupang

Selanjutnya Ketua Perdikkati, Matheus Beni Mite, M. Hum., Lic. Th, dosen UNIKA Atma Jaya, menegaskan tanggung jawab sejarah Perdikkati, meskipun Perdikkati masih membutuhkan banyak pembenahan namun Perdikkati tidak boleh melupakan misi awal pembentukannya.

"Misi itu yang menentukan bagaimana Perdikkati mewujudkan panggilannya dalam dunia pendidikan di Indonesia," katanya

Dekan FKIP UNIKA Indonesia Santu Paulus Ruteng, Romo Dr. Maksimus Regus, S. Fil., M.Si menekankan dua hal yang harus mulai dilakukan Perdikkati dalam konteks MBKM saat ini. Pertama, Perdikkati harus memahami MBKM sebagai tantangan eksternal baru dunia pendidikan nasional. Kedua, tantangan MBKM ini menuntut tanggapan internal konstruktif dari Perdikkati. 

"Munas kali ini harus menjadi momentum membangun kolaborasi dan platform bersama dalam menyusun strategi dan kebijakan bersama mengimplementasikan kurikulum MBKM. Langkah-langkah ini harus tertuju pada luaran-luaran kebijakan yang dapat membantu mahasiswa agar dapat bertumbuh demi masa depan mereka," terang DR. Maksimus Regus.

Baca juga: FKIP Unika Ruteng Gelar PKKMB untuk 739 Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2022/2023

Kegiatan Munas pada hari kedua, 30 September 2022, terfokus pada sharing dan penyusunan kemungkinan rencana tindak lanjut implementasi kurikulum MBKM dalam lingkup keempat prodi pendidikan keagamaan katolik (Perdikkati).
 
Ketua Prodi Pendidikan Teologi UNIKA Indonesia Santu Paulus Ruteng, Pater Oswaldus Bule, SVD, Lic. Paed, selaku tuan rumah kegiatan Munas ini, mengucap terima kasih atas dukungan Rektor UNIKA Indonesia Santu Paulus Ruteng dan Ketua Yayasan Paulus Ruteng. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara off-line dengan memperhatikan protokol kesehatan. (Cr2)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
 
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved