Berita Belu

Pemkab Belu Minta Tambah Kuota Pengiriman Ternak 2.000 Ekor 

Pemkab Belu melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan meminta tambah kuota pengiriman ternak sapi sebanyak 2.000 ekor kepada Pemprov NTT. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu, Yoos Sudarso Djami, S. Pt. 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Teni Janahas

POS-KUPANG. COM, ATAMBUA - Pemkab Belu melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan meminta tambah kuota pengiriman ternak sapi sebanyak 2.000 ekor kepada Pemprov NTT

Permintaan ini dilakukan karena kuota yang diberikan Pemprov NTT tahun 2022 sebanyak 2.400 ekor sudah terpenuhi di Agustus 2022 oleh Pemkab Belu.

"Kuota kita tahun 2022 sebanyak 2.400. Per Agustus 2022, kuota kami habis karena permintaan cukup tinggi dari daerah tujuan kami terutama Sulawesi dan Jawa sehingga kami minta tambah kuota 2.000 ekor", kata Kepala Dinas Peternakan, Yoos Sudarso Djami, S. Pt kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 29 September 2022.

Menurut Yoos, tahun ini terjadi peningkatan permintaan ternak sapi di Kabupaten Belu karena di daerah lain mungkin ternak sapi terkena penyakit kaki mulut (PKM). Permintaan yang tinggi berasal dari Sulawesi dan Jawa sehingga keadaan Agustus 2022, kuota pengiriman habis. 

Dinas meminta Pemerintah Provinsi NTT untuk memberikan tambahan kuota sebanyak 2.000 ekor sehingga jika tiga bulan ke depan ada permintaan dari luar, Kabupaten Belu bisa memenuhi. 

Menurut Yoos, permintaan tambahan kuota ini sesungguhnya memberikan keuntungan bagi peternak di Kabupaten Belu. Diharapkan permintaan tersebut segera ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi NTT.

Baca juga: Polisi Tembak Warga Belu: Pemeriksaan Pelaku Yang Tembak Warga Belu Diawasi Kapolda NTT

Tambah Yos, Pemerintah Provinsi memberi jatah pengiriman ternak sapi dari Pemkab Belu tahun 2022 sebanyak 2.400 ekor. Pemberian jumlah ini berdasarkan perhitungan yang dilakukan Pemerintah Provinsi dengan melihat populasi. 

Ditanya mengenai populasi ternak di Kabupaten Belu, Yoos mengatakan, populasi ternak tahun 2021 sebanyak 64 ribu lebih. Sedangkan tahun 2022 belum didata. 

Untuk mengetahui jumlah populasi ternak tahun 2022 akan dilakukan sensus yang biasanya dilakukan dari September sampai 30 November.

Untuk mendapat data yang valid, perhitungan populasi ternak mesti dikurangi dengan jumlah ternak sapi yang dipotong setiap hari untuk konsumsi masyarakat, dipotong untuk ritual adat dan pengurangan ternak yang dikirim antar pulau. (jen)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved