Timor Leste
Timor Leste, Presiden Ramos Horta Puji Upaya UEA Mempromosikan Toleransi dan Koeksistensi
Presiden Republik Timor Leste, Jose Ramos Horta telah menyatakan penghargaannya atas upaya Uni Emirat Arab ( UEA) mempromosikan Perdamaian, toleransi
POS-KUPANG.COM, NEW YORK - Presiden Republik Timor Leste, Jose Ramos Horta telah menyatakan penghargaannya atas upaya Uni Emirat Arab ( UEA) mempromosikan Perdamaian, toleransi, dan koeksistensi di antara orang-orang.
Dia membuat pernyataan ini selama pertemuannya dengan Hakim Mohamed Abdelsalam, Sekretaris Jenderal Dewan Tetua Muslim, di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.
Dilansir dari laman wam.ae, Presiden Ramos Horta menekankan bahwa Timor Leste selalu berkomitmen untuk mempromosikan solidaritas manusia, didorong oleh keyakinannya bahwa nilai-nilai tersebut membentuk fondasi yang memungkinkan bangsa-bangsa untuk makmur.
Sementara itu, Hakim Abdelsalam menegaskan bahwa deklarasi Timor Timur tentang Dokumen Persaudaraan Manusia sebagai dokumen nasional Mei lalu, dan implementasinya dalam kurikulumnya, merupakan sumber inspirasi bagi semua pejuang koeksistensi dan perdamaian.
Dia mencatat bahwa Dewan Tetua Muslim menghargai langkah ini, yang mendukung upaya untuk mempromosikan dialog dan saling pengertian di antara semua orang, terlepas dari perbedaan mereka, dan akan terus bekerja dengan Timor Leste untuk mempromosikan prinsip-prinsip kemanusiaan yang mulia ini.
Pekan lalu, Wakil Sekretaris Negara Vatikan, Uskup Agung Pena Parra, mengunjungi Timor Leste dan meresmikan nunsiatur baru di ibu kota Dili.
Baca juga: Timor Leste Mencari Dukungan Strategis Amerika Serikat dalam Pengembangan Gas Alam
Dia juga berbicara di Universitas Katolik Timor Leste tentang pentingnya Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama, yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmad al-Tayyib di Abu Dhabi pada 2019.
Dokumen tersebut sekarang menjadi bagian dari kurikulum sekolah dan dapat memberikan panduan kepada "orang-orang muda dalam keinginan mereka untuk menjadi warga negara yang baik tidak hanya di negara ini tetapi juga di dunia.
Karena hanya dengan mengakui martabat intrinsik semua orang, kita dapat mencapai rekonsiliasi dan perdamaian sejati untuk luka masa lalu dan menciptakan masyarakat yang adil dan makmur untuk generasi mendatang." *
Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS