Berita Pendidikan

Wisuda di Taman Kampus Hijau UKAW 24 September 2022

Wisuda Sarjana UKAW ke 64 dan Pascasarjana ke 20 hari ini terasa istimewa, karena kita biasanya mengadakan wisuda dalam gedung

Penulis: Ferry Jahang | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Wisuda Sarjana UKAW ke 64 dan Pascasarjana ke 20 hari ini terasa istimewa, karena kita biasanya mengadakan wisuda dalam gedung, tetapi kali ini di taman dari Kampus Universitas Kristen Artha Wacana. 

„Wisuda di Taman Kampus Hijau UKAW 24 September 2022“

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Ferry Jahang

POS-KUPANG.COM - „Wisuda Sarjana UKAW ke 64 dan Pascasarjana ke 20 hari ini terasa istimewa, karena kita biasanya mengadakan wisuda dalam gedung, tetapi kali ini di taman dari Kampus Universitas Kristen Artha Wacana.

Oleh karena itu boleh kita kasih judul wisuda kali ini dengan „Wisuda di Taman yang Hijau“, demikian salah satu pemikiran dari sambutan dan sekaligus laporan Rektor UKAW, Dr. Ayub  Meko pada acara Wisuda Sarjana ke 64 dan Pascasarjana ke 20, di Taman Kampus UKAW, Sabtu, 24 September 2022.

„Kalau kita wisuda di ruang tertutup kita tentu akan memakai AC, dan tentu kita akan semakin memberikan kontribusi bagi pemanasan global. Ini adalah suatu upaya mendukung program SDGs di bidang lingkungan, dimana UKAW sendiri menjadi pusat pengembangan dan pelaksanaan program SDGs di NTT“, tambah Rektor UKAW.

Ketua SDGs Universitas Kristen Artha Wacana Kupang,  NTT, Dr  Ir. Godlief Neonufa, ketika dihubungi Pos Kupang menyambut baik apa yang disampaikan oleh Rektor UKAW itu.

Menurutnya Wisuda kali ini memang bukan hanya membuat para wisudawan dan para orang tua makin merasakan suasana dan lingkungan kampus yang asri dan hijau.

„Memang apa yang dikatakan pak Rektor benar, bahwa dengan wisuda yang dilaksanakan di alam terbuka ini membuat kita tidak menggunakan AC seperti di dalam ruangan. Karena penggunakan AC yang berlebihan akan memberikan kontribusi bahan-bahan kimia yang merusak lapisan ozon kita akibat dari bahan kimia seperti Chlorofluorocarbon (CFC) atau Freon 12 (R-12), yang sringkali digunakan sebagai bahan pendingin pada AC ruangan, mobil dll.  Jika lapisan ozon kita makin menipis, maka sinar UV-B akan mudah menembus permukaan bumi dan bisa mengancam kehidupan manusia, yang dapat menimbulkan  berbagai penyakit seperti kanker kulit, penurunan daya tahan tubuh dan lain sebagainya, demikain penjelasan dari akademisi UKAW yang juga mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Rektor IV UKAW ini.

Sementara itu Senator UKAW, Dr. Melkianus Ndaumanu, SH, M.Humyang juga adalah Dekan Fakultas Hukum UKAW mengatakan bahwa pelaksanaan Wisuda UKAW di Taman seperti ini merupakan hasil dari keputusan rapat senat universitas UKAW.

„Melihat hal positif dan sambutan para wisudawan dan para orang tua yang menyambut baik acara wisuda ini, maka diharapkan model seperti ini bisa terus dikembangkan oleh UKAW ke depannya.

Menurut saya UKAW telah menjadi pelopor dan memberikan contoh yang baik untuk kita mengurangi pemanasan global, bukan hanya dalam tataran teori, tetapi juga dalam praktek-praktek yang nyata“, demikian Akademisi UKAW dan advokat hukum NTT yang terkenal ini.

„Kalau menurut saya UKAW telah mewujudkan dirinya sebagai „Imago Dei“ yang benar di dalam konteks masyarakat NTT dan masyarakat dunia yang bergumul dengan pemanasan Global.

Karena Imago Dei artinya manusia yang dipandang sebagai gambar dari Allah, maka ia (manusia) wajibmeniru sifat-sifat Allah dalam kisah penciptaan yang menata dunia yang semula belum berbentuk dan kacau balau (tohu wabohu, bahasa Ibrani) menjadi dunia yang teratur.

Jadi jika kita menata hidup kita untuk mengurangi pemanasan global itu sebagai salah ciri dari implementasi konsep teologi „Imago Dei“ dalam kehidupan nyata“, demikian pendapat dari Senator UKAW, Dr. Mesakh A.P. Dethan, doktor lulusan Jerman, yang disertasi doktor teologinya ada kaitan dengan lingkungan hidup ini.

„Hal ini harus menjadi suatu gerakan bersama, bukan hanya kita berusaha mengurangi pemanasan global dengan mengurangi bahan kimia yang dapat merusak ozon, tetapi juga kita juga harus membangun gerakan tidak membuang sampah secara sembarang, dan kita juga membangun gerakan bersama untk mampu untuk memilah dan memisahkan sampah sebelum dibuang ke tempat sampah.

Orang seringkali menyatukan begitu saja sampah organik dan sampah plastik, sampah kaleng atau beling. Hal ini tentu saja tidak baik untuk proses pengelolaan sampah yang efektif dan berdaya guna bagi masyarakat yang memiliki keinginan untuk mendaur ulang sampah“, tambah Dr. Mesakh Dethan, mantan Wartawan Pos Kupang, Senator UKAW dari pascasarjana teologi UKAW dan kepala Perpustakaan UKAW ini. (*)

 

wisuda ukaw
UKAW - Wisuda Sarjana UKAW ke 64 dan Pascasarjana ke 20 hari ini terasa istimewa, karena kita biasanya mengadakan wisuda dalam gedung, tetapi kali ini di taman dari Kampus Universitas Kristen Artha Wacana.
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved