Berita Rote Ndao

Pemerintah Alokasikan PMN 258 Miliar Hadirkan Listrik PLN di 97 Desa Terpencil di NTT

Penyaluran listrik di wilayah paling selatan Indonesia ini mendapat dukungan dari pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN)

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-PLN
POSE BERSAMA - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara pose bersama para siswa di Rote Ndao, NTT. Pada kesempatan ini Wakil Menteri Keuangan menjelaskan dengan dana PMN untuk melistriki desa merupakan komitmen negara hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat 

POS-KUPANG.COM, ROTE- Pemerintah melalui PT PLN (Persero) menargetkan penyaluran listrik pada 97 desa terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun ini.

Penyaluran listrik di wilayah paling selatan Indonesia ini mendapat dukungan dari pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan alokasi sebesar Rp 258 miliar.

Kehadiran listrik di 97 desa tersebut bakal menerangi 19.650 keluarga, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan warga setempat.

Menurut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dengan dana PMN untuk melistriki desa merupakan komitmen negara hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah akan terus mengejar target elektrifikasi di seluruh penjuru Indonesia.

Baca juga: PLN Terima Kunker Dewan Ketahanan Nasional, Syachriyal: NTT Aman karena Surplus Energi Listrik

“PLN merupakan alat dari negara supaya negara bisa hadir, negara bisa sampai, dan tangan negara bisa dirasakan oleh seluruh penduduknya. Karena itu, PLN mendapatkan tugas dari negara untuk melistriki seluruh Indonesia," tegas Suahasil.

Ia mengatakan saat ini rasio elektrifikasi Provinsi NTT mencapai 92,33 persen. Pemerintah akan melakukan berbagai upaya agar target rasio elektrifikasi NTT bisa 100 persen pada 2025 mendatang.

"Saya senang di NTT terjadi peningkatan rasio elektrifikasi secara signifikan. Tapi kita tetap harus bekerja keras untuk mencapai elektrifikasi 100 persen untuk seluruh Indonesia, khususnya di Rote," tandasnya.

Pada kesempatan ini Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto menjelaskan bahwa PLN telah mendapat PMN sebesar Rp 5 triliun pada tahun 2022.

Dukungan pemerintah melalui PMN tersebut sangat membantu PLN untuk mempercepat pembangunan kelistrikan hingga ke pelosok negeri.

“Adanya PMN menjadi bentuk kehadiran negara, di mana PLN mewujudkannya dengan membangun infrastruktur energi di seantero Nusantara. Terutama untuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) seperti Pulau Rote yang berbatasan langsung dengan laut Australia dan merupakan pulau paling selatan Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Kementerian BUMN Umumkan Holding PLN dengan 4 Sub-Holding Baru,Perusahaan Energi Berbasis Teknologi

Khusus untuk Desa Mbueain, yang merupakan salah satu desa yang pembangunan fasilitas kelistrikannya memakai dana PMN, PLN memanfaatkan dana PMN tersebut untuk membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 9,04 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah 14,48 kms dan 3 gardu dengan kapasitas total 150 kilovolt Ampere (kVA) untuk melayani listrik 282 pelanggan.

"Dengan hadirnya listrik, ekonomi masyarakat akan meningkat dan penghasilan bertambah. Selain itu, anak-anak sekolah bisa belajar di malam hari," ujar Adi.

Berkat adanya PMN, lanjut Adi, PLN dapat menghadirkan terang ke 115.868 keluarga di 508 desa di NTT sepanjang 2019-2021.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved