Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 22 September 2022, Yang Sia-sia vs Yang Abadi

Renungan Harian Katolik berikut diambil dari Dei Verbum Inspirasi Hidup dengan judul Yang Sia-sia vs Yang Abadi.

Editor: Agustinus Sape
YOUTUBE/KOMISI KOMSOS K. PADANG
KESIA-SIAAN - Ilustrasi hidup senantiasa terarah kepada Tuhan sebagai tujuan hidup mansuia. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia! Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut diambil dari Dei Verbum Inspirasi Hidup dengan judul Yang Sia-sia vs Yang Abadi.

Pihak Dei Verbum Inspirasi Hidup menulis Renungan Harian Katolik ini merujuk Kitab Pengkotbah 1:2-11, dan bacaan Injil Lukas 9:7-9.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Kamis 22 September 2022 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 


"Kesia-siaan belaka, kata Pengkotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia ... Adakah sesuatu yang dapat dikatakan, Lihatlah, ini baru!" Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada" (Pkh 1:2.10).

Kitab Pengkotbah melihat semua yang ada di dunia ini sebagai hal yang biasa saja. Semuanya sama dan tidak ada banyak yang berubah.

Akhirnya ia tiba pada kesimpulan bahwa semuanya sia-sia saja. Untuk apa orang harus bersusah payah?

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 22 September 2022, Kegelisahan Herodes Juga Milik Kita

Namun sesuangguhnya, Pengkotbah menghadirkan satu pesan bahwa semua yang ada di dunia ini akan berlalu.

Pengkotbah juga mengingatkan kita agar kita tidak terlalu tenggelam dalam dunia kita sampai akhirnya lupa mempersiapkan hidup yang kekal.

Kita hidup di dunia untuk mengelola dunia, namun pandangan hati kita harus terarah kepada yang abadi, yang tidak sia-sia.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved