Berita Sikka
HUT Perhubungan Nasional 2022, Otoritas Bandara Frans Seda Maumere, Tunggu Pemda Sikka Bebas Lahan
Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Ir. Poltak Gordon, MT pada momen Perayaan Hari Perhubungan Nasional Tahun 2022 tadi, menyinggung lahan seluas 500 M
laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofri Fuka
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - dengan lahan Bandar Udara Frans Seda Maumere.
Sentilan Poltak Gordon terkait lahan seluas 500 Meter itu terkait proses pengembangan bandara tersebut.
Ia menyebutkan, untuk mewujudkan Bandara Udara Frans Seda Maumere menjadi bandara yang menampung pesawat berbadan besar serta memiliki kecepatan akses perorangan maupun distribusi barang dan jasa, infrastruktur bandara perlu ditingkatkan.
"Kita dari dulu mengimpikan kalau bisa dari Maumere langsung ke Surabaya atau ke Jakarta daripada harus transit di Makasar itukan ongkosnya lebih mahal. Kalau langsung tembuskan murah," ungkapnya pada Sabtu
Poltak mengharapkan kiranya kedepan Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka dapat membebaskan lahan seluas 500 meter ke arah 05 (arah bukit).
"Kita tinggal menunggu saja dari Pemda Sikka untuk pembebasan lahan tersebut," katanya.
Lantas Poltak memperjelas bahwa yang diprioritaskan terlebih dahulu adalah perluasan landasan pacu pesawat.
"Kalau untuk fasilitas lain seperti terminal untuk berangkat itu masih bisa menampung sekitar 250 orang , atau ruang tunggu saya pikir itu kemudian karena sejauh ini masih bisa menampung para para penumpang," ungkapnya.
Untuk diketahui, dimensi (landasan) Bandara Frans Seda Maumere saat ini, Panjangnya 2250 meter dan lebarnya 45 meter.
Sementara itu, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, dalam sambutannya juga mengatakan hal yang sama bahwa saat ini pihaknya tengah mendiskusikan untuk pembebasan lahan tersebut.
Bupati Sikka juga mengakui bahwa sumbangsih sektor perhubungan dalam ekonomi nasional itu signifikan.
Dan iapun mendorong supaya kedepannya perusahaan milik BUMN dapat terlibat dalam pengelolaan transportasi sebab katanya sejauh ini geliat bidang transportasi lebih banyak dikuasai oleh pihak swasta.
"Sehingga kita akan bersurat, semua kepala daerah untuk memberikan dukungan, sehingga BUMN kita harus hadir itu penting, negara kepulauan, negara kesatuan. Apalagi untuk mendorong UMKM, sistem market yang online, peranan transportasi adalah sangat penting," jelasnya.(Cr1)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
