Berita Nasional

TERNYATA Bripka RR dan Brigadir Yosua, Bendahara Keluarga Ferdy Sambo di Magelang dan Jakarta

Setelah lebih dari sebulan kasus pembunuhan Brigadir J terkuak, kini baru terungkap cara Putri Candrawathi mengelola keuangan untuk kebutuhan keluarga

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
CABUT KETERANGAN - Bripka RR, salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir J kini mencabut keterangannya. Ia tak mau menuruti skenario Ferdy Sambo setelah mendengar nasihat sang istri. 

"Yang menggunakan Ibu PC, bukan RR. Nanti ada rekening lain dikirim sama Ibu PC," jelas Erman.

Di sisi lain, kata Erman, almarhum Brigadir J pun memiliki rekening serupa.

Namun, uang dalam rekening Brigadir J digunakan untuk keperluan keluarga Ferdy Sambo di Jakarta.

"Kalau Yosua untuk kebutuhan rumah tangga yang Di Jakarta kali ya, rumah Saguling, rumah Duren Tiga. Yang berhak melempar duit itu Ibu PC. Bukan mereka, jadi namanya aja," katanya.

INGAT NASIHAT ISTRI - Setelah mengingat nasihat sang istri, Bripka RR lantas mencabut keterangannya dalam berkas BAP. Bripka RR menyebut uang Rp 500 juta itu bukan untuk tutup mulut, tapi atas jasa mengaga istri Ferdy Sambo.
INGAT NASIHAT ISTRI - Setelah mengingat nasihat sang istri, Bripka RR lantas mencabut keterangannya dalam berkas BAP. Bripka RR menyebut uang Rp 500 juta itu bukan untuk tutup mulut, tapi atas jasa mengaga istri Ferdy Sambo. (POS-KUPANG.COM)

Aliran Dana dari Rekening Brigadir J

Sebelumnya, pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjutak mengungkap soal dugaan aliran dana dari rekening Brigadir Yosua.

Menurut Kamaruddin, ada empat rekening milik Brigadir J yang diduga dikuasai Ferdy Sambo dan kawan-kawan.

Kamaruddin mengatakan, jumlah uang dari rekening Brigadir J yang mengalir ke rekening lain yakni sebesar Rp 200 juta.

Baca juga: Ferdy Sambo Munculkan Skenario Baru, Diduga Sogok Lembaga Sebutkan Pelecehan Seksual di Magelang

Ia menyatakan, rekening yang mendapat aliran uang yakni milik salah satu tersangka pembunuhan kliennya.

Kamaruddin pun menyerahkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri untuk didalami.

"Tanggal 11 Juli 2022 itu masih transaksi, orang mati mengirimkan duit. Nah kebayang enggak kejahatannya?" ujarnya, Selasa 16 Agustus 2022.

Menyikapi hal tersebut, Pusat Pelaporan dan analisis transaksi Keuangan (PPATK) telah mengirim hasil analisis terkait dugaan transaksi mencurigakan dari rekening Brigadir J ke penyidik Bareskrim Polri.

Ketua Kelompok Substansi Humas PPATK M Natsir Kongah menyatakan, hasil analisis PPATK terkait dugaan aliran dana dari rekening almarhum Brigadir J cukup lengkap sebagai bahan yang bisa ditindak lanjuti penyidik.

Menurut Natsir, data yang diberikan PPATK mencakup asal uang yang masuk ke dalam rekening, aliran dana keluar rekening beserta peruntukannya.

UBAH KETERANGAN -- Bripka RR kini mengubah keterangannya dalam berkas BAP kasus pembunuhan Brigadir J. Ia tak mau lagi membeo pada skenario yang dirancang Ferdy Sambo.
UBAH KETERANGAN -- Bripka RR kini mengubah keterangannya dalam berkas BAP kasus pembunuhan Brigadir J. Ia tak mau lagi membeo pada skenario yang dirancang Ferdy Sambo. (POS-KUPANG.COM)

"Cukup lengkaplah informasi yang disampaikan PPATK dalam membantu proses penyidikan-penyidikan," ujar Natsir, Jumat 26 Agustus 2022, dikutip dari Kompas.com.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved