Berita Nasional

Ferdy Sambo Munculkan Skenario Baru, Diduga Sogok Lembaga Sebutkan Pelecehan Seksual di Magelang

Kamaruddin Simanjuntak, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, kembali mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Dia menyebut Ferdy Sambo buat skenario baru.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
SKENARIO BARU - Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan fakta baru bahwa Ferdy Sambo diduga memunculkan skenario baru agar tak terjebak dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

POS-KUPANG.COM - Kamaruddin Simanjuntak, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, kembali mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Dia mengatakan bahwa Ferdy Sambo diduga munculkan Skenario Baru.

Skenario baru mantan Kadiv Propam Polri itu, adalah diduga menyogok lembaga untuk memperjuangkan kasus pelecehan seksual dengan Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat  sebagai pelakunya.

Ia menduga bahwa komplotan Ferdy Sambo telah mengguyur dana kepada sejumlah pihak agar berjuang membebaskannya dari Kasus Hukum yang dilakukannya.

Oleh karena itu, lanjut pengacara berdarah Batak ini, pelecehan seksual sengaja dihembuskan, supaya Ferdy Sambo bisa bebas dari jeratan hukum.

Baca juga: Ferdy Sambo Bakal Lolos dari Hukuman Kalau Pemicu Pembunuhan Adalah Faktor Ini, Kata Siapa?

Meski tak menyebut nama lembaga, tapi Kamaruddin meminta pihak-pihak yang sebelumnya diduga telah menerima amplop dari pihak Ferdy Sambo agar segera diperiksa.

"Kan sudah ada LPSK ( Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ) yang mengakui disodorkan amplop tapi ditolak. Nah bagaimana dengan lembaga lain? Ini hal serius, harus diperiksa," tandas Kamaruddin.

BONGKAR FAKTA - Bripka Ricky Rizal membongkar fakta apa adanya tentang peristiwa di rumah Ferdy Sambo di Magelang. Bahwa saat dipanggil pulang ke rumah, ia mendapati lantai 1 rumah itu sepi. Saat naik ke lantai 2, ia melihat Kuat Maruf sedang panik dan tegang.
BONGKAR FAKTA - Bripka Ricky Rizal membongkar fakta apa adanya tentang peristiwa di rumah Ferdy Sambo di Magelang. Bahwa saat dipanggil pulang ke rumah, ia mendapati lantai 1 rumah itu sepi. Saat naik ke lantai 2, ia melihat Kuat Maruf sedang panik dan tegang. (POS-KUPANG.COM)

Dikatakannya, kasus pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi itu awalnya disebut di Kompleks Polri Duren Tiga.

Kasus itu sempat naik ke penyidikan, kemudian dihentikan karena tidak ditemukan ada peristiwa tersebut di lokasi itu.

Setelah gagal pada skenario tersebut, Ferdy Sambo diduga kembali membuat skenario baru. "Jadi dari Duren Tiga pindah ke Magelang. Itu sudah sangat jauh. Ini skenario baru," jelasnya.

"Kalau dari Duren Tiga ke Duren Lima, mungkin masih masuk akal. Bisa jadi karena salah hitung durennya," ujar Kamaruddin Simanjuntak menyindir.

Terkait peristiwa di Magelang itu, lanjut dia, awalnya muncul pernyataan bahwa pelecehan terjadi pada 4 Juli 2022.

"Padahal saat itu Ibu Putri masih chat dengan adik Yosua, kirim foto Yosua sedang menyetrika baju, memuji-muji Yosua. Mana mungkin korban kekerasan seksual memuji-muji pelaku?" ujarnya.

Lantaran gagal pada skenario ini, sekarang muncul lagi skenario bahwa pelecehan itu terjadi pada 7 Juli 2022.

"Ini pun diragukan, karena pada saat itu, Yosua diperintah ibu Putri untuk mencari brigadir J dan masuk ke kamar," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved