Berita NTT

Regsosek Sebagai Upaya Sinkronisasi Data, Warga Harus Jujur

Kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sebagai upaya sinkronisasi data sehingga warga harus

Editor: Ferry Ndoen
FOTO : POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
REGSOSEK - Sekda NTT, Domu Warandoy didampingi Inspektur Utama Badan Pusat Statistik, Drs. Akhmad Jaelani, M.Si dan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si membuka secara resmi kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 di lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aston Hotel Kupang & Convention Center pada Rabu, 14 September 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi Regsosek sebagai upaya sinkronisasi data sehingga warga harus jujur dalam pengisian kuesioner.

Sebagai bagian dari penguatan manajemen dalam rangka persiapan kegiatan Pendataan Awal Regsosek Tahun 2022 di lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga perlu dilakukan Kordinasi seluruh pihak terkait. Baik gubernur NTT, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), serta OPD pada lingkup Pemerintahan Provinsi NTT dilaksanan di Aston Kupang Hotel & Convention Center pada Rabu, (14/9/2022). 

Disampaikan Inspektur Utama Badan Pusat Statistik, Drs. Akhmad Jaelani, M.Si pada dasarnya kemampuan petugas pendataan sangat menentukan dalam menggali informasi.

Secara umum hal inilah yang menjadi tantangan utama dalam Regsosek. Kemudian bagaimana petugas  mampu menggali berbagai informasi dalam kuesioner itu sendiri, oleh karena itu, petugas harus mampu mengkomunikasikan dengan baik kepada seluruh penduduk agar mampu memberikan jawaban jujur.

"Ketika warga tidak jujur, inilah yang pada akhirnya nanti data yang diolah menjadi kurang valid," terang Akhmad.

Karena menurut Akhmad, dari aspek standar definisi konsepnya semua sama, dari segi waktu pelaksanaan sama, sehingga data-data nantinya terstandarisasi dan tersinkronisasi menjadi satu satuan data Regsosek.

Masih menurut Akhmad, untuk kriteria kegiatan Regsosek ini sangat banyak. Dari aspek demografi itu sendiri, artinya dari tahun lagi perorangan, jenis kelamin, pendidikan hingga pada pekerjaan semuanya akan didata dalam Regsosek.

Lanjutnya, di sinilah Regsosek bagian dari upaya sinkronisasi, validasi data-data yang sebelumnya di beberapa KL melalui kegiatan yang terpadu secara nasional dalam waktu yang sama sehingga kita punya basis data yang tadi terstandardisasi.

Kemudian dari aspek fasilitas lingkungan rumahnya, seperti kondisi rumah, kegiatan utama dan juga berapa pendapatan yang diperoleh dari usaha itu sendiri.

"Jadi Data ini tidak hanya sebagai pemberdayaan sosial atau perlindungan sosial tetapi sekaligus untuk perlindungan masyarakat terutama nanti berkaitan dengan mereka-mereka yang memiliki usaha yaitu para pelaku UMKM," jelas Akhmad lagi.

Mengenai instansi terkait diterangkan Akhmad, pada dasarnya seluruh instansi yang memanfaatkan data pasti terkait, namun untuk proses pendataannya di lapangan sepenuhnya dilakukan tim Badan Pusat Statistik (BPS) dan tentunya tidak berdiri sendiri tetapi merekrut tenaga-tenaga secara khusus yang nantinya dilatih untuk kegiatan pendataan ini

Setelah pengumpulan data yang dilakukan BPS dengan berbagai indikator, BPS kemudian melakukan pengolahan dan pemeringkatan sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan diketahui pada kelompok mana yang bersangkutan berada pada desil berapa dalam pemeringkatannya.

"Instansi terkait tadi saya katakan banyak karena kalau bicara terkait dengan masalah UMKM tentu ditangani kementerian terkait. Bicara disabilitas misalnya tentu lembaga-lembaga atau instansi terkait yang sangat berkepentingan dengan data disabilitas. Jadi intinya, berbagai sektor terkait yang tentunya nanti mereka akan memanfaatkan data dari Regsosek ini," tandasnya.

Ke depannya diharapkan kementrian terkait akan melakukan alokasi proses pemberian bantuan sesuai dengan ketersediaan anggaran. Sehingga BPS mengikuti kebutuhan dan akan menyampaikan posisi dalam pemeringkatan.

Pada dasarnya lanjut Akhmad, berapa pun yang dibutuhkan oleh lembaga, BPS bisa memberikan data sesuai dengan jumlah yang diminta sesuai dengan dengan jumlah kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan. Untuk prospek Regsosek sendiri tentunya berbicara mengenai  masa depan yang mengacu pada kondisi saat ini dengan memaklumi berbagai data untuk program-program perlindungan sosial yang terdapat di beberapa KL dan permasalahan diantaranya adalah bagaimana updating data belum terkoordinasi secara baik dan juga standar datanya.

Mendasari hal itulah maka adanya Regsosek dengan harapan ketika nanti berbagai data yang terdapat di KL kemudian dilakukan suatu pendataan secara menyeluruh sehingga memperkuat data-data yang sudah ada di KL selain menjaring data-data baru sesuai dengan kriteria yang ditetapkan di dalam kegiatan ini.

Baca juga: Kepala BPS NTT: Empat Alasan Pentingnya Sensus Penduduk Lanjutan

"Artinya prospeknya ke depan ketika kita sudah membangun basis data berdasarkan kegiatan registrasi sosial, maka data itu bisa dibagi-pakaikan oleh berbagai KL dalam melaksanakan program-program yang ada di kementerian atau OPD, Dinas sesuai dengan kebutuhan mereka," tandas Akhmad.(cr16)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

REGSOSEK - Sekda NTT, Domu Warandoy didampingi Inspektur Utama Badan Pusat Statistik, Drs. Akhmad Jaelani, M.Si dan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si membuka secara resmi kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 di lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aston Hotel Kupang & Convention Center pada Rabu, 14 September 2022
REGSOSEK - Sekda NTT, Domu Warandoy didampingi Inspektur Utama Badan Pusat Statistik, Drs. Akhmad Jaelani, M.Si dan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si., M.Si membuka secara resmi kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 di lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aston Hotel Kupang & Convention Center pada Rabu, 14 September 2022 (FOTO : POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved