Berita Manggarai Timur

Kisah Frans Meo, Sepuluh Tahun Jadi Pemulung di Borong Penuhi Kebutuhan Keluarga 

Dengan berbekalkan sebuah tas yang berisikan sejumlah karung bekas, Frans mulai melangkahkan kaki menuju titik-titik tempat pembuangan sampah

Penulis: Robert Ropo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO HUMAS POLRES MATIM
TERIMA SEMBAKO- Frans Meo saat menerima sembako dari Satlantas Polres Matim. Pemberian sembako ini sebagai rangkaian kegiatan dalam rangka menyongsong Hari Ulangtahun Satlantas 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG- Cuaca di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu 14 September 2022 pagi, nampak cerah. Terik Matahari pelan-pelan mulai membakar kulit

Meski demikian, Frans Meo (65), seorang pria paru baya dengan mengenakan celana pendek dan baju kaos oblong tanpak kusam dan topi hitam pelindung terik matahari, mulai keluar dari rumahnya di Kampung Wolo Kolo, Kelurahan Kota Ndora. 

Dengan berbekalkan sebuah tas yang berisikan sejumlah karung bekas, Frans mulai melangkahkan kaki menuju titik-titik tempat pembuangan sampah.

Frans mulai menyisir dari Kampung Wolo Kolo, Kampung Ende, Kampung Baru, Kampung Bugis, Pasar Borong, Wae Reca, Golo Lada, Golo Karot, Peot, Kembur hingga Lehong. 

Setiap titik pembuangan sampah, Frans mulai memilah-milah sampah seperti karung bekas, kaleng bekas dan botol plastik untuk dibawanya pulang.

Frans tetap santai dan selalu tersenyum jika setiap kali bertemu orang.

Frans tampak tegar berbicara dengan sejumlah anggota polisi dari Satlantas Polres Manggarai Timur saat menerima bantuan Sembako. 

Pekerjaan sebagai pemulung ini, sudah dijalani Frans sejak sepuluh  tahun lalu.

Lelaki keturunan Ngada ini, tidak malu dan gengsi meskipun sering mendapatkan cibiran dari orang-orang, bahakan keluarganya sendiri. 

Frans malah menanggapi dengan santai dan berprinsip bahwa yang penting pekerjaan sebagai pemulung halal, bukan mencuri. 

"Saya kerja sebagai pemulung ini sudah hampir mau sepuluh tahun. Saya tidak malu biar orang omong bilang saya pemulung, termasuk keluarga saya sendiri juga omong saya seperti ini, tapi saya bilang silahkan omong, tidak apa-apa yang penting jangan curi saja,"ungkap Frans, kepada Pos Kupang, Rabu 14 September 2022 siang. 

Frans mengaku, meskipun hanya seorang pemulung, namun mampu menghidupkan seorang istri dan tiga orang anak mereka hingga menyekolahkan ketiga anak mereka bahkan seorang anaknya sudah menjadi security di Surabaya. 

"Saya setiap hari saya kerja pemulung begini di wilayah Kota Borong dan hasil yang saya peroleh setiap hari bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp 200 ribu. Dengan hasil ini saya bisa kasih makan minum anak-anak dan istri saya,"ujarnya.

Frans juga mengaku bahagia mendapat bantuan sembako dari Satlantas Polres Manggarai Timur untuk menyambut hari ulang Tahun (HUT) ke-67 Lantas Bhayangkara. 

Frans juga menyampaikan terimakasih kepada Polres Manggarai Timur atas bantuan sembako tersebut. Menurut bantuan tersebur dapat meringankan beban hidup mereka. 

"Terima kasih banyak bapak polisi sudah memperhatikan kami orang kecil ini. Semoga bapak polisi diberikan kesehatan dalam menjaga keaman dan ketertiban bagi masyarakat di Manggarai Timur,"pungkasnya. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved