Bweita NTT

Butuh Aspek Pendekatan Dalam Membangun Pariwisata NTT Pasca Covid-19 

Indonesia Tourism Strategist sekaligus Anggota Tim Monev dan Akselerasi KEK Pariwisata Kemenparekraf RI, Taufan Rahmadi menilai pembangunan pariwisata

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE
MONEV - Indonesia Tourism Strategist sekaligus Anggota Tim Monev dan Akselerasi KEK Pariwisata Kemenparekraf RI, Taufan Rahmadi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere


POS-KUPANG.COM, KUPANG - Indonesia Tourism Strategist sekaligus Anggota Tim Monev dan Akselerasi KEK Pariwisata Kemenparekraf RI, Taufan Rahmadi menilai pembangunan pariwisata NTT pasca Covid-19, maka Pemprov NTT harus memperhatikan empat aspek yang dikenal dengan istilah PDKT.

Rahmadi mengatakan aspek Policy atau kebijakan Pemerintah terhadap Pengembangan Pariwisata NTT harus secara konkrit mendukung program pengembangan pariwisata.

Bukti keseriusan Pemprov NTT dalam hal dukungan kebijakan dan dukungan anggaran harus benar-benar berpihak pada pelaku pariwisata sehingga mendapatkan jaminan perlindungan UU dalam menjalankan usaha pariwisata.

Aspek Destinasi artinya pemerintah harus melakukan pembenahan terhadap destinasi pariwisata yang menarik dan asli.

Penataan pariwisata pada melestarikan kembali unsur budaya lokal yang nyaris punah (cultural), memperbaiki alam yang telah rusak melalui reboisasi dan revitalisasi (nature), serta merubah mainset berpikir masyarakat terhadap pentingnya mengembangkan pariwisata dan melestarikan budaya.

Artinya masyarakat membentuk kelompok sadar wisata yang menjadi mitra kerja pemerintah untuk pengembangan destinasi wisata sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat lokal dalam menjaga dan melestarikan keindahan alam.

Demikian juga setiap destinasi wisata wajib menyediakan pelayanan hotel atau penginapan yang nyaman bagi para wisatawan.
Aspek Komunikasi artinya semua semua arah kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemprov NTT dan Bupati/Walikota dalam bentuk kerjasama kolaborasi antar semua stakeholder yang menunjang pembangunan pariwisata di NTT.

Terhadap semua hal tersebut, Pemerintah harus menetapkan target pencapaian kunjungan wisata di NTT.
Semakin tinggi jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata NTT, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (CR14)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

MONEV  - Indonesia Tourism Strategist sekaligus Anggota Tim Monev dan Akselerasi KEK Pariwisata Kemenparekraf RI, Taufan Rahmadi
MONEV - Indonesia Tourism Strategist sekaligus Anggota Tim Monev dan Akselerasi KEK Pariwisata Kemenparekraf RI, Taufan Rahmadi (POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved