Tinju Dunia

Tinju Dunia, Petinju Deontay Wilder Tuding Tyson Fury Minta Bayaran Rp8,6 T Lawan Oleksandr Usyk

Deontay Wilder mengatakan jika Tyson Fury menuntut 500 juta pundsterling atau sekitar Rp. 8,6 triliun untuk pertarungan reunifikasi.

Penulis: Eflin Rote | Editor: Eflin Rote
skysports.com
FURY VS WILDER – Demi meningkatkan tawaran Tyson Fury, petinju kelas berat Deontay Wilder siap kembali ke ring tinju dunia bertarung melawan Robert Helenius. Foto ini adalah pertarungan Tyson Fury dan Deontay Wilder. Kedua petinju ini dalam kariernya telah bertarung tiga kali. 

POS-KUPANG.COM - Deontay Wilder, mantan juara tinju kelas berat WBC menyebut jika Tyson Fury menetapkan bayaran untuk duel melawan petinju Ukraina, Oleksandr Usyk.

Deontay Wilder mengatakan jika Tyson Fury menuntut 500 juta pundsterling atau sekitar Rp. 8,6 triliun untuk pertarungan reunifikasi.

Sebelumnya, Tyson Fury berhak atas sabuk WBC setelah menang atas Wilder pada Oktober 2021 lalu. Sementara Usyk adalah juara WBA, IBF dan WBO, usai menang melawan Anthony Joshua.

Baca juga: Tinju Dunia, Anthony Joshua Terima Tawaran Duel Tyson Fury Rebut Sabuk Juara WBC

Fury dikabarkan menginginkan bayaran sebesar 500 juta pounds untuk melawan Usyk. Tentu nominal tersebut menjadi bayaran terbesar di dunia tinju.

Wilder menilai permintaan Fury ini terlalu mahal untuk pertarungan melawan Usyk. Meski begitu, Wilder berharap jika kubu Usyk menghubungi dirinya jika bayaran yang diajukan Fury dinilai terlalu mahal.

Dikutip dari talkSPORT, petinju AS kelahiran Tuscaloosa, Alabama, 22 Oktober 1985 itu ingin membuktikan jika dirinya  berada di puncak divisi kelas berat.

Baca juga: Tinju Dunia, Lawan Luis Ortiz, Andy Ruiz Latihan Empat Bulan

"Jika dia (Fury) melebih-lebihkan dirinya sendiri, mereka (kubu Usyk) tahu di mana menemukan saya. 500 juta poundsterling pasti tidak layak. Saya di sini, Deontay Wilder kembali. Saya di sini untuk membuat divisi ini kembali kuat dan menggairahkan lagi. Saya di sini siap menunggu tantangan. Tapi, kita akan lihat apa yang terjadi. Tinju adalah bisnis. Ini benar-benar bisnis dan Anda harus memperlakukannya sesuai dengan itu. Kami akan melihat bagaimana bisnis harus ditangani agar pertarungan itu terjadi," kata Wilder.

Wilder absen dari ring sejak dikalahkan Fury pada Oktober 2021, tetapi dia akan dengan senang hati melawan Usyk jika tantangan datang.

The Bronze Bomber -julukan Wilder- siap menggantikan Fury melawan Usyk setelah kembali ke ring melawan petinju Finlandia Robert Helenius bulan depan di New York.

Baca juga: Tinju Dunia, Jelang Lawan Luis Ortiz, Andy Ruiz Kabarkan Kesiapannya

Kemenangan dalam comeback-nya akan membuat Wilder menjadi pesaing menghadapi siapa pun yang akan menghadapinya di puncak divisi kelas berat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved