Berita Sumba Tengah

Save the Children Hadirkan Pelajar di Sumba Tengah Mengikuti Lomba Pidato dan Infografis

lomba ini diharapkan  dapat menyadarkan dan mendorong sekaligus meningkatkan partisipasi  anak-anak remaja dalam aspek ini. 

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK ISTIMEWA
PELAJAR – Seorang pelajar di Kabupaten Sumba Tengah ketika mengikuti lomba pidato, Selasa, 6 September 2022. 

POS-KUPANG.COM, WAIBAKUL – Save the Children yang bermitra dengan Yayasan Wahana Komunikasi Wanita (YWKW) dengan partners Dinas PPO, Dinkes, DP3A, Dinas Sosial dan DP2KB menghadirkan siswa-siswi  dari 13 sekolah menengah pertama (SMP) untuk mengikuti lomba di Waibakul, Ibukota Kabupaten Sumba Tengah, Selasa, 6 September 2022.

Para pelajar  ini mengikuti dua perlombaan yakni lomba pidato dan infografis dari pukul 08.30 sampai pukul 15.00 Wita.

Kegiatan lomba pidato dan infografis dibuka oleh Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Sumba Tengah, Bernadus B. Gela, S.Ip, M.Ap.

Baca juga: Cerita Kampung Golutosi Sumba Tengah, Terisolir dan Hidup Dalam Kegelapan

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memeringati Hari Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual yang jatuh pada tanggal 4 September 2022. 

“Kegiatan ini sebagai upaya pengembangan diri remaja yang secara garis besar terdiri dari dua core program, yakni kesehatan reproduksi dan seks remaja serta keterampilan  untuk  kesuksesan masa transisi,” kata Apry Selwin Leokuna, Adolescent Development (AD) Specialist  Save the Children, saat dihubungi POS-KUPANG.COM, per telepon, Selasa, 6 September 2022.

Tema umum kegiatan ini kata Apry, yakni  Penyadaran Hak Kesehatan Produksi (Kespro) di Zaman Digital. 

 Apry mengatakan, dengan lomba ini diharapkan  dapat menyadarkan dan mendorong sekaligus meningkatkan partisipasi  anak-anak remaja dalam aspek ini. 

 Save the Children mengintervensi langsung  pada 13 dari 35 SMP di kabupaten itu dalam memberi muatan pemahaman bagi  anak-anak remaja.

Sejauh pengamatan Apry, anak-anak mengikuti dua kegiatan ini dengan serius. Tercermin bahwa mereka memiliki keinginan untuk bertumbuh selain memelajari secara serius pidato dan kegiatan infografis.

Baca juga: Cerita Kampung Golutosi Sumba Tengah, Terisolir dan Hidup Dalam Kegelapan

Aspek penilaian pada dua perlombaan ini kata Apry,  berupa konten  yang disiapkan, cara membawakan, kreativitas dan konteks selain data yang disampaikan.  Hal terpenting lainnya, yakni penguasaan materi, ekspresi dan kreativitas.

“Aksentuasi kita juga pada aspek advokasi. Bahwa dua kegiatan ini harus bisa mengadvokasi anak-anak,” katanya.

Apry menyebut, juara satu sampai tiga kategori lomba infografis diborong sekaligus oleh pelajar   SMP Negeri 1 Waibakul.

Sedangkan lomba pidato diraih oleh pelajar SMP Kristen Waibakul (juara satu), SMP Negeri 1 Waibakul (juara dua), SMP Kristen Waibakul (juara tiga).

Peserta yang meraih juara mendapatkan paket hadiah dalam bentuk barang dan piagam penghargaan. Meski demikian, semua pelajar yang mengikuti kegiatan juga mendapat bingkisan. (*)

Ikuti berita Pos-kupang.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved