Berita NTT
Lima Tokoh Dihadirkan Refleksi Kritis Empat Tahun Victory - Joss -- Digelar SMSI NTT
materi pada acara refleksi kritis empat tahun kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat - Josef A. Nae Soi (Victory-Joss) memimpin Provinsi NTT
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM,KUPANG - Lima tokoh akan dihadirkan untuk menyampaikan materi pada acara refleksi kritis empat tahun kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat - Josef A. Nae Soi Victory-Joss memimpin Provinsi NTT
Kelima tokoh itu masing-masing, Anggota Komisi III DPR RI, Dr. Benny K Harman, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Dr. Ince D. P. Sayuna, SH.,M.Hum.,M.Kn, Pengamat Ekonomi dan Praktisi Pertanian UKAW Kupang, Dr. Zet Malelak, Pengamat Hukum Tata Negara Undana, Dr. John Tuba Helan,S.H, M.H dan Rektor Unwira, Pater Dr. Philipus Tule, SVD.
Hal ini disampaikan Ketua panitia pelaksana, Laurensius Leba Tukan, Selasa 6 September 2022.
Kegiatan yang digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia NTT atau SMSI Provinsi NTT ini akan dipandu oleh dosen FISIP Unwira, Mikhael Rajamuda Bataona.
Diskusi ini bertema "Refleksi Kritis 4 Tahun Kepemimpinan Victory-Joss " dan akan berlangsung pada Kamis (8/9) mendatang. Diskusi ini akan diikuti para tokoh NTT, akademisi, politisi, LSM, unsur Forkopimda tingkat Provinsi NTT, mahasiswa hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Baca juga: 906 KM Jalan Provinsi, Persembahan Viktory-Joss Bagi NTT di HUT ke 63 Tahun
Menurut Laurensius, lima pemateri sudah bersedia untuk hadir dalam even tersebut.
Selain para pemateri tersebut, diskusi ini dibuka dengan pemaparan hasil pembangunan Provinsi NTT selama empat tahun yang disampaikan langsung Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H.,M.Si.
Laurens mengatakan tujuan digelarnya diskusi ini untuk memperoleh masukan-masukan yang konstruktif demi perbaikan kinerja pemerintah Provinsi NTT.
"Dari diskusi ini tentu kita bisa melihat capaian-capaian Pemprov NTT selama 4 tahun di bawah kepemimpinan Victory-Joss ," kata Laurens.
Pemimpin redaksi SelatanIndonesia.com ini mengatakan, Provinsi NTT masih bergelut dengan berbagai persoalan yang menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak saja pemerintah.
Saat ini provinsi terselatan NKRI ini bergelut dengan angka kemiskinan yang masih tinggi, pengangguran, kelaparan, gizi buruk, stunting dan human trafficking. di Provinsi NTT juga masih terbelit masalah buruknya tingkat kesehatan ibu dan anak, DBD yang terus meneror, masalah sanitasi, serta parahnya infrastruktur jalan, jembatan, listrik dan air.
"Termasuk masalah SDM yang juga mendapat perhatian lebih, karena rendahnya tingkat literasi di beberapa wilayah di NTT. Ini semua menjadi tanggung jawab kita semua, sehingga melalui momen ini, diharapkan adanya masukan-masukan agar menjadi guideline bagi pemerintah membuat terobosan baru," kata Laurensius.
Didampingi Sekretaris Panitia Pelaksana, Ama Beding, Laurensius menjelaskan, SMSI NTT, berinisiatif menggelar diskusi yang bernas ini dengan menghadirkan berbagai komponen yang diharapkan bisa mewakili semua elemen yang ada di Provinsi NTT, mulai dari jajaran eksekutif, legislatif, yudikatif, para aktivis mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, pemuda, LSM, hingga tokoh agama.
"Diharapkan dengan makin banyaknya ide-ide kritis dari peserta, dapat memperkaya khasanah berpikir para pengambil kebijakan di daerah ini untuk menciptakan terobosan baru demi membawa NTT lebih bangkit dan sejahtera," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Laurensius-Leba-Tukan-oksx.jpg)