Berita Manggarai Timur

Pasca Kenaikan Harga BBM, SPBU di Manggarai Timur Dijaga Polisi

terlihat di SPBU Kota Ndora Borong dan SPBU Bea Borong di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur terlihat dijaga sejumlah anggota polisi

Penulis: Robert Ropo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
SPBU- Suasana pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu 4 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG..COM, BORONG- Pasca penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite Rp10.000/liter, Solar Subsidi Rp6.800/liter dan Pertamax non subsidi Rp14.500/liter, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Borong, Ibu kota Kabupaten Manggarai Timur dijaga aparat kepolisian. 

Pantauan Pos Kupang, Minggu 4 September 2022, terlihat di SPBU Kota Ndora Borong dan SPBU Bea Borong di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur terlihat dijaga sejumlah anggota polisi dari Polres Manggarai Timur. 

Terpantau juga tidak ada antrean panjang kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. Tampak antrean kendaraan seperti pada biasanya sebelum penetapan kenaikan harga BBM itu. 

Terlihat juga petugas SPBU sedang mengisi BBM ke setiap kendaraan yang mengikuti antrean. Sebelum mengisi BBM ke tangki kendaraan, petugas juga tampak memberitahu bahwa harga BBM sudah naik. 

Informasi yang diperoleh Pos Kupang dari salah seorang petugas di SPBU Kota Ndora, bahwa tidak ada kelangkaan stok BBM pasca ditetapkan kenaikan harga BBM.

"Stok BBM aman tidak langka dan tidak ada antrean panjang kendaraan,"ujarnya.

Secara terpisah Kapolres Manggarai Timur AKBP I Ketut Widiarta mengatakan sejak hari ini pihaknya melakukan penjagaan pengamanan di setiap SPBU di wilayah hukum Polres Manggarai Timur. 

Dikatakan Kapolres Widiarta, untuk sementara ini tidak ada informasi terkait aksi penolakan kenaikan BBM oleh masyarakat di Manggarai Timur. 

"Ada penjagaan mulai hari ini. Tidak ada aksi penolakan,"ujarnya singkat. 

Sementara itu, Petrus, salah satu warga yang juga berprofesi sebagai tukang ojek, berharap agar kenaikan harga BBM jangan terlalu mahal. Mengingat ada masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi. 

" Kenaikan harga BBM ini menurut saya terlalu mahal coba naik hanya Rp500 saja/liter saja baik, soalnya kami ini ekonomi kurang mampu,"ujarnya.

Alfan berprofesi sebagai sopir juga mengaku hal yang sama. 

Meski demikian Aflan mengaku tidak ikut antrian yang lama untuk mengisi BBM jenis solar baik sebelum maupun pasca kenaikan harga BBM. (rob

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved