Berita Kupang

Jelang Harga BBM Naik, Polisi Amankan Warga Kupang Timbun Enam Ton Solar Subsidi

Jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Polresta Kupang Kota menangkap dan mengamankan seorang tersangka tersangka penimbunan BBM ber

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ CHRISTIN MALEHERE
BBM - kasus penimbunan BBM Solar Subsidi, Minggu 4 September 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak BBM Polresta Kupang Kota menangkap dan mengamankan seorang tersangka tersangka penimbunan Bahan Bakar Minyak BBM bersubsidi jenis solar sebanyak 6 ton (6.000 liter).

Tersangka penimbunan  solar subsidi berinisial AA alias Mad (52) Warga RT 26 RW 05 Kelurahan Alak, Kota Kupang.

Penangkapan dilakukan pada Jumat 2 September 2022 pada pukul 21.00 Wita dengan mengamakankan tersangka.

Dari tangan tersangka, sejumlah barang bukti yang diamankan berupa solar subsidi sebanyak 2.840 liter dalam wadah 24 jerigen berukuran 35 liter, 10 drum plastik berukuran 200 liter, dua alat pompa BBM dan mobil pickup bernomor polisi DH 8078 AN.

Demikian penjelasan Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H.,S.IK.,M.H. kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 4 Agustus 2022.
Krisna mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada aktivitas penimbunan BBM di wilayah Kecamatan Alak.

Kemudian pihaknya menindaklanjuti dan memantau aktivitas, kemudian  melakukan penangkapan terhadap tersangka Mad dan mengamankan barang bukti sebanyak solar subsidi.

Kasus tersebut ditangani dalam laporan polisi Nomor : LP/A/722/IX/2022/SPKT/POLRES KUPANG KOTA/ POLDA NTT Tanggal 3 September 2022.
Saat ini tersangka telah ditahan dan barang bukti telah diamankan serta kasusnya dalam tahap penyidikan oleh Satreskrim Polresta Kupang Kota.


Modus Penimbunan

Krisna mengungkapkan tersangka Mad telah melakukan aksi pengangkutan dan penyimpanan (penimbunan) solar sejak tahun 2019 lalu.

Dalam aksinya, tersangka menggunakan sepeda motor dan membawa jerigen berukuran 35 liter untuk membeli solar subsidi di SPBU yang berada di wilayah Kecamatan Alak.

Pembelian solar dengan cara seperti itu dengan tujuan agar petugas SPBU mengira sebagai warga yang menjual bensin BBM eceran.
Setelah sepeda motor yang membawa solar subsidi tersebut keluar dari SPBU, telah ada mobil Pick Up milik tersangka yang menunggu untuk mengangkut BBM tersebut ke tempat penimbunan di rumah tersangka.

Terhadap solar subsidi tersebut, tersangka menjual kepada para nelayan di wilayah Kecamatan Alak.

Keuntungan yang didapatkan tersangka Mad dari penjualan solar subsidi tersebut sebanyak Rp 800 per liter.  
Atas perbuatannya, tersangka Mad dijerat Pasal 55 UU Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Minyak dan Gas Bumi dengan Ancaman hukumannya pidana enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 miliar. (CR14)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto memberik
KETERANGAN - Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto memberikan keterangan terkait penangkapan kasus penimbunan BBM Solar Subsidi, Minggu 4 September 2022.
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved