Berita Sumba Timur

BPJAMSOSTEK Sumba Timur Optimalkan Sosialisasi dengan Memerluas  Kepesertaan

Menurut Wayan Suntawinaya peserta aktif BPJAMSOSTEK di wilayah kerjanya untuk segmentasi penerima upah berjumlah 11.874 tenaga kerja

Penulis: Paul Burin | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-ISTIMEWA
SANTUNAN - BPJAMSOSTEK memberi santunan kepada ahli waris. BPJAMSOSTEK juga aktif menyosialisasikan informasi manfaat kepesertaan ke seluruh lapisan masyarakat dan segmentasi pekerjaan, baik perangkat desa, nelayan, petani, dan juga peternak 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK terus mengoptimalkan penyebarluasan informasi lewat sosialisasi untuk menjaring kepesertaan di empat wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami terus berkoordinasi dengan dinas teknis dan melakukan sosialisasi karena wilayah operasionalnya mencakup empat kabupaten, yakni Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya," kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sumba Timur,  I Gde Wayan Suntawinaya ketika dihubungi dari Labuan Bajo, Senin, 22 Agustus 2022. 

Menurut Wayan Suntawinaya bahwa peserta aktif BPJAMSOSTEK di wilayah kerjanya untuk segmentasi penerima upah berjumlah 11.874 tenaga kerja dan segmentasi bukan penerima upah sebanyak 4.816 orang.

Agar peserta terus meningkat, BPJAMSOSTEK Cabang Sumba Timur menjalin koordinasi dengan dinas teknis seperti Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa di tiap kabupaten.

BPJAMSOSTEK  juga aktif menyosialisasikan informasi manfaat kepesertaan ke seluruh lapisan masyarakat dan segmentasi pekerjaan, baik perangkat desa, nelayan, petani, dan juga peternak.

Terkait dengan kepesertaan perangkat desa, BPJAMSOSTEK melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa di masing-masing kabupaten.

Dia mengakui luasnya wilayah kerja yang mencakup empat kabupaten dan kendala jaringan telekomunikasi yang masih sering terjadi, membuat BPJAMSISTEK harus terus menjalin komunikasi dengan pemangku kepentingan di masing-masing daerah.

Meski tak menyebutkan angka kepesertaan perangkat desa, Wayan Suntawinaya mengatakan,  hampir semua desa di Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat telah terdaftar dalam kepesertaan BPJAMSOSTEK.

Kini, pihaknya masih gencar melakukan sosialisasi untuk Kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya.

Wayan Suntawinaya melanjutkan, BPJAMSOSTEK tengah berupaya agar semua perangkat desa tahun depan bisa dilindungi melalui anggaran dasar desa yang tertuang dalam peraturan bupati.

"Melalui anggaran dasar desa, tercantum pemotongan iuran bagi perangkat desa," ungkapnya.

Dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK, tentunya masyarakat bisa terlibat dalam dua program dasar, yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Selain itu,  ada pula program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

"Iuran dua program, yakni JKM dan JKK itu dimulai dari Rp 16.800 per orang per bulan," katanya.

Dalam Kesempatan terpisah Kepala BPJAMSOSTEK NTT,  Christian Natanael Sianturi terus meningkatkan cakupan kepesertaan di Provinsi NTT agar semua perangkat desa bisa terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. (*/pol)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved