Berita NTT

Marciana Minta Timpora Laksanakan Pengawasan Orang Asing secara Terpadu 

Pengawasan harus dilakukan secara sinergi dan terpadu mulai dari tingkat desa karena NTT khususnya merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia

Penulis: Paul Burin | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-ISTIMEWA
RAPAT -Para peserta rapat mengikuti arahan Kakanwil Kemekumham NTT, Marciana D. Jone, Senin, 29 Agustus 2022. 

Kepala Divisi Keimigrasian, I. Ismoyo mengatakan, pintu-pintu perlintasan di wilayah NTT dalam beberapa bulan terakhir telah dibuka yang diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Termasuk yang teranyar dibukanya fasilitas Visa on Arrival (VoA) di PLBN Wini dan PLBN Motamasin selain di PLBN Motaain, serta Pelabuhan Tenau Kota Kupang, dan pintu masuk di Labuan Bajo.

Saat ini, pihaknya tengah mengkaji kebijakan VoA juga dapat diterapkan di Bandar Udara El Tari. Menyusul adanya penjajakan dari instansi terkait untuk membuka penerbangan dari Darwin (Australia), Dili (Timor Leste), dan Kupang.

“Kami juga meminta dukungan karena tidak lama lagi akan dibentuk setidaknya dua Unit Kerja Keimigrasian (UKK). Yakni di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Ende. Selain itu, kami juga merencanakan adanya revitalisasi tugas keimigrasian di wilayah Sumba Tengah, Pulau Rote dan Pulau Alor,” imbuhnya.

Menurut Ismoyo, saat ini perkembangan lalu lintas orang keluar masuk cukup signifikan. Tim Pora harus membangun sebuah kepastian dengan outcome berupa kepatuhan Orang Asing yang tinggal di wilayah Indonesia.

Selain itu, perlindungan WNA di wilayah Indonesia juga harus diperhatikan sebagai kewajiban sebuah negara. 

“Kami sedang mendorong pemantauan pergerakan Orang Asing lewat pelaporan harian melalui email sembari menunggu aktivasi aplikasi Pelaporan Orang Asing. Kami juga mengupayakan pemantauan hingga ke level desa,” jelasnya.

Rapat Tim Pora kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Adapun para peserta rapat yang terdiri dari perwakilan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang, BNN Provinsi NTT, KPP Pratama Kupang, Polda NTT, Badan Intelijen Strategis (BAIS), Kejati NTT, Badan Kesbangpol NTT, Disdukcapil NTT, Dinas Kesehatan NTT, Disnakertrans NTT, DPM PTSP NTT, serta Kepala UPT Imigrasi di NTT tampak aktif dan antusias memberikan masukan. Para peserta juga sepakat mengenai pengawasan Orang Asing yang harus dilakukan secara sinerg dan terpadu mulai dari tingkat desa. 

Data Divisi Keimigrasian, perlintasan WNI dan WNA saat ini lebih dominan di Atambua. Pada bulan Juni 2022, kedatangan berjumlah 4940 orang, di mana 1507 orang merupakan WNA.

Peningkatan kedatangan terjadi pada bulan Juli sebanyak 6451 orang, di mana 1.700 orang di antaranya merupakan WNA. Sedangkan untuk keberangkatan berkisar antara 5.000 hingga 6.000 orang. Untuk izin tinggal Orang Asing, saat ini jumlah pemegang izin tinggal aktif berjumlah 248.

Untuk penindakan keimigrasian, tercatat telah dilakukan pendeportasian sebanyak 27 Orang Asing per Agustus 2022. Data ini tidak termasuk penolakan terhadap Orang Asing untuk masuk wilayah Indonesia melalui NTT karena beberapa alasan seperti terkait dengan kejahatan narkotika.

Untuk WNA yang menjadi warga binaan pemasyarakatan saat ini tersisa sebanyak 2 orang, masing-masing di Rutan Kefamenanu dan Lapas Baa.

Sedangkan untuk data pengungsi Afganistan dan Pakistan, kini hanya tinggal 197 orang dari sebelumnya 208 orang yang tersebar di Hotel Ina Boi, Hotel Kupang Inn, dan Hotel Lavender.

Sebanyak 11 orang pengungsi sudah dialihkan ke wilayah kerja Rudenim Jakarta dalam rangka penempatan ke negara ketiga. Data deteni saat ini sebanyak 3 orang, yakni WN Bangladesh, WN Myanmar, dan WN Filipina. (*/pol)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved