Berita Nasional

Hasil Survei IPI, Brigadir Yosua Dibunuh Karena Faktor Tertentu, Kapolri Ungkap Dua Motif Utama

Hingga saat ini, kasus pembunuhan Brigadir Yosua alias Nofryansah Yosua Hutabarat masih menjadi bahan pergunjingan publik. Sambo pun semakin terburuk.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
DUA MOTIF - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan dua kemungkinan yang menjadi motif pembunuhan Brigadir J. Pertama adalah pelecehan dan kedua faktor perselingkuhan. Namun dalam kasus ini, kasus pelecehan sudah di-SP3-kan. 

POS-KUPANG.COM - Hingga saat ini, kasus pembunuhan Brigadir Yosua alias Nofryansah Yosua Hutabarat masih menjadi bahan pergunjingan publik.

Hanya saja, motif dari tindakan kejam mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo itu sampai sekarang masih simpang siur.

Kendati demikian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, bahwa hanya ada dua kemungkinan yang memicu tindakan Irjen Ferdy Sambo menghabisi anak buahnya tersebut.

Untuk diketahui, kasus ini menjadi trending topik di Tanah Air sejak korban dihabisi pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.

Terhadap kasus itulah, Indikator Politik Indonesia melakukan survei. Dan hasil survei menunjukkan bahwa 81,8 persen responden menilai, Brigadir Yosua dibunuh karena alasan tertentu.

Baca juga: Nasib Irjen Ferdy Sambo Ternyata Bukan di Tangan Kapolri Tapi Presiden Jokowi, Simak Ulasan Ini

Masih dari hasil survei, hanya 10 persen yang berpendapat, bahwa Brigadir Yosua tewas terbunuh akibat adu tembak gegara melakukan pengancaman dan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Dalam survei tersebut, Indikator Politik Indonesia juga menyoroti perihal simpang siurnya motif pembunuhan di dalam kasus ini.

SERBA HITAM - Kolase Putri Cendarawathi saat mendatangi Mako Brimob (kiri) untuk menjenguk Ferdy Sambo suaminya, dan foto saat Putri mendatangi Bareskrim Polri pada Jumat 26 Agustus 2022 dengan pakaian serba hitam.
SERBA HITAM - Kolase Putri Cendarawathi saat mendatangi Mako Brimob (kiri) untuk menjenguk Ferdy Sambo suaminya, dan foto saat Putri mendatangi Bareskrim Polri pada Jumat 26 Agustus 2022 dengan pakaian serba hitam. (Tribunnews.com)

Untuk itu, Indikator meminta masyarakat berpendapat soal pengungkapan motif pembunuhan.

Hasilnya, mayoritas atau 65,6 persen masyarakat berharap agar motif atau alasan pembunuhan segera diungkapkan ke publik.

"29,7 persen (berpendapat) untuk menjaga perasaan semua pihak yang terkait, motif atau alasan pembunuhan tidak diungkap oleh kepolisian saat ini, pengungkapan akan dilakukan di masa persidangan," ujar Indikator.

Sementara itu survei Indikator Politik Indonesia terkini juga menunjukkan bahwa mayoritas publik tidak percaya sama sekali jika Brigadir Yosua atau Brigadir J mengancam dan melecehkan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

"Mayoritas tidak percaya sama sekali dengan berita tersebut (52,6 persen), dan sekitar 33,8 persen kurang percaya," demikian disampaikan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat 26 Agustus 2022.

Survei Indikator memperlihatkan, mayoritas warga tahu pemberitaan bahwa Brigadir Yosua dituduh melakukan pengancaman dan pelecehan kepada Putri.

Mayoritas itu sebesar 65,4 persen. Hanya 34,6 persen masyarakat yang mengaku tidak tahu pemberitaan itu.

Dari hasil survei, hanya 1,9 persen yang sangat percaya bahwa ada ancaman dan pelecehan yang dilakukan Brigadir Yosua.

Baca juga: Istri Ferdy Sambo Tes Kesehatan Fisik dan Psikis Sebelum Diperiksa, Benarkan Akan Ditahan?

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved