Undana

Maxs Sanam: Tes Masuk Jalur Mandiri di Undana Kupang Dilakukan Secara Akuntabel

Maxs menjelaskan, seleksi jalur mandiri merupakan tahapan seleksi yang dikelola sendiri oleh setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
POSE BERSAMA - Rektor Undana Kupang Dr drh. Maxs U. E. Sanam, M Sc (tengah) pose bersama Wakil Rektor I Dr. drh. Annytha IR Detha, M.Si (kanan) dan Kepala BAK Undana Drs. Raynold A. L. Nguru, M. Si, Selasa 23 Agustus 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Rektor Undana Kupang Dr drh. Maxs U. E. Sanam menegaskan bahwa tes masuk mahasiswa melalui seleksi jalur mandiri di Undana dilakukan secara akuntabel dan transparan. 

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan mahasiswa terbaik dari seleksi jalur mandiri.

Demikian disampaikan Maxs Sanam saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 23 Agustus 2022.

Maxs menjelaskan, seleksi jalur mandiri merupakan tahapan seleksi yang dikelola sendiri oleh setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Namun dalam pelaksananya harus mematuhi kuota, tanggal pelaksanaan, dan tanggal pengumuman. 

Pada tahun ini, untuk pertama kalinya Undana melakukan tes jalur mandiri secara Komputer Base atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). 

"Soalnya tunggal satu saja yaitu tes potensi skolastik tapi didalamnya berisi pengetahuan umum seperti Matematik, IPA, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia kita rangkum menjadi satu, dan  semua proses seleksi hingga pengumuman kita lakukan secara terbuka, " ungkapnya. 

Baca juga: Rayakan 60 Tahun Hadir di NTT, Undana Kupang Lakukan Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Selain itu, lanjut dia, para penyusun soal juga dilakukan sumpah terlebih dahulu untuk menjaga kerahasiaan soal. Dan setelah para calon mahasiswa melakukan tes hasilnya langsung diketahui hari itu juga.

"Namun ketika prosesing data terakhir memang kita batasi, yang tau hanya kepala biro akademik operator, warek satu dan terakhir datanya dilaporkan ke saya sebagai rektor, kami lakukan perengkingan baru diumumkan, " jelas Rektor Maxs. 

Khusus untuk Undana sendiri, sebagai Rektor Maxs mengambil kebijakan untuk mengumumkan lebih awal hasil seleksi jalur mandiri. Hal ini bertujuan untuk mencegah hal-hal transaksional yang kemungkinan bisa saja terjadi. 

"Itu tujuannya pencegahan, kita manusia tidak ada sesuatu yang tidak luput dari pada peluang kecurangan dan sebagainya, dan pada dasarnya kita lakukan semua itu se akuntabel mungkin, saya sebagai rektor menjamin itu, " tegas Maxs Sanam. 

Terkait biaya yang harus disiapkan calon mahasiswa saat mengikuti seleksi jalur mandiri Maxs menjelaskan, dalam undang-undang memungkinkan universitas untuk memungut biaya yang disebut Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) atau uang pangkal. 

Setiap prodi memiliki SPI yang bervariasi disesuaikan dengan tingkat ketaatan prodi dan tingkat kebutuhan pengembangan prodi. Jika prodinya terlalu ketat biaya SPI cenderung lebih tinggi. 

Baca juga: Prof. Apris Adu Jadi Guru Besar Undana Kupang, Rektor Max Sanam Bangga

"Misalnya Fakultas Kedokteran itu uang pangkalnya Rp. 200 juta sementara kedokteran hewan Rp. 10 juta itu termasuk yang tinggi, kalau yang lain mungkin disekitar Rp. 6 juta sampai Rp. 1,5 juta, " jelas dia. 

Sementara, berdasarkan data yang diterima Pos Kupang dari Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan Dr. drh. Annytha IR Detha, M.Si dirincikan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, total mahasiswa Undana yang diterima melalui jalur mandiri berjumlah 2.812 mahasiswa. 

Dari jumlah tersebut, tersebar di 12 Fakultas yang ada di Undana diantaranya, FKIP 849 mahasiswa, Fakultas Hukum 202 mahasiswa, FISIP 364 mahasiswa, Fakultas Pertanian 181 mahasiswa, Fakultas Peternakan 222 mahasiswa, Fakultas Sain dan Teknik 471 mahasiswa, FKM 153 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 180 mahasiswa, Fakultas Kelautan dan Perikanan 56 mahasiswa. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved