Sabtu, 18 April 2026

Berita Nasional

Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Masih Terbuka Lebar, Bagaimana Muhaimin?

Apakah PDIP akan mengusung Puan Maharani sebagai capres atau Ganjar Pranowo belum ada sinyal. Begitu pun arah koalisinya.

Editor: Agustinus Sape
prabowosubianto.info
CAPRES 2024 - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. PDIP memberi sinyal berkoalisi dengan Partai Gerindra yang sebelumnya sudah menandatangani koalisi dengan PKB. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sikap PDIP terkait figur yang bakal diusungnya sebagai Capres-Cawapres dalam Pilpres 2024 masih menimbulkan tanda tanya.

Apakah PDIP akan mengusung Puan Maharani sebagai capres atau Ganjar Pranowo belum ada sinyal. Begitu pun arah koalisinya.

Yang terbaru malah PDIP memberi sinyal akan berkoalisi dengan Partai Gerindra yang sudah menandatangani koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB), dengan Prabowo Subianto sebagai bakal capres. 

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs ( Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai, wacana duet Prabowo Subianto dengan Puan Maharani pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 masih terbuka lebar.

Ini terlihat dari pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut partainya berpeluang berkoalisi dengan partai-partai pengusung Jokowi saat ini, salah satunya Gerindra.

"Rencana negosiasi ini seolah membuka kembali wacana pengusungan pasangan Prabowo-Puan," kata Umam kepada Kompas.com, Kamis 18 Agustus 2022.

Baca juga: Presiden Jokowi Restui Prabowo Subianto Maju Jadi Presiden RI: Ndak Mungkin Saya Tolak

Menurut Umam, koalisi PDIP dengan Gerindra masih memungkinkan kendati partai pimpinan Prabowo Subianto itu telah meresmikan koalisinya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sejauh ini, koalisi Gerindra-PKB belum memiliki calon wakil presiden (cawapres). Hanya Prabowo yang telah mendeklarasikan diri hendak maju kembali sebagai calon presiden (capres).

Jika wacana duet Prabowo-Puan terealisasi, kata Umam, maka ambisi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk melenggang ke panggung pilpres bakal kandas.

"Bagi Gerindra dan PKB, langkah renegosiasi berpotensi membuyarkan rencana koalisi, mengembalikan relevansi pasangan Prabowo-Puan, sekaligus berpeluang menggagalkan pencawapresan Muhaimin," ujarnya.

Baca juga: KIB Gelar Pertemuan di Semarang Oktober, Koalisi Indonesia Bersatu Mengerucut ke Ganjar Pranowo?

Umam berpendapat, lewat pernyataan sekjennya, PDIP tampak ingin menata ulang peta koalisi Pilpres 2024 yang kini sudah mulai terbentuk. Sebabnya, beberapa partai koalisi Jokowi sedianya sudah membentuk kongsi masing-masing.

Gerindra berkoalisi dengan PKB, sedangkan Golkar bekerja sama dengan PPP dan Partai Amanat Nasional (PAN) lewat Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Kendati pernyataan Hasto soal terbukanya peluang koalisi dengan beberapa partai sedikit terlambat, menurut Umam, peluang perubahan peta koalisi masih sangat mungkin terjadi.

Sebab, selain belum ada nama capres-cawapres final, besarnya suara PDIP pada pemilu sebelumnya juga bisa menjadi daya tarik partai-partai untuk bekerja sama.

Namun demikian, ini juga bergantung pada capres atau cawapres yang ditawarkan oleh PDIP. Sejauh ini, beredar dua nama yang disebut-sebut berpotensi dicalonkan partai banteng, yakni Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang merupakan putri mahkota partai, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang punya elektabilitas tinggi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved