Kamis, 23 April 2026

Berita Kota Kupang

Dr. Joni Haryanto Beri Kuliah Umum Bagi Alumni Keperawatan Unair di Kupang

terapi itu harus dilakukan agar lebih dekat dengan pasien dan juga untuk memberi penguatan. Keyakinan ini, harus diberikan.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
KULIAH UMUM - Dr. Joni Haryanto saat memberikan kuliah umum kepada alumni Keperawatan dari universitas Airlangga di Kupang. Minggu 14 Agustus 2022 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Alumni fakultas keperawatan universitas Airlangga atau Unair Surabaya, yang berada di Kupang mendapat materi kuliah umum. Para alumni itu memperoleh materi kuliah umum yang disampaikan salah satu dosen dari universitas tersebut.

Kegiatan itu berlangsung di Graha PPNI NTT, Naimata Kota Kupang, Minggu 14 Agustus 2022 siang. Kuliah umum itu berlangsung dengan tema Konsep Psikoneuroimunologi dalam praktik keperawatan dengan pemateri, Dr. Joni Haryanto, SKp., M.si, selaku penggagas kegiatan.

Dr. Joni menjelaskan, ilmu ini merupakan gabungan antara psikilogi, neurologi dan imunologi. Ini merupakan ilmu lama dan ditemukan pada pada zaman kenabian.

Baca juga: Unair Sukses Ciptakan Obat Covid-19,Sudah Sembuhkan 754 Pasien,KSAD Andika Perkasa:Tinggal Izin BPOM

Dia menyebut, terapi itu harus dilakukan agar lebih dekat dengan pasien dan juga untuk memberi penguatan. Keyakinan ini, harus diberikan.

Namun demikian ia mengingatkan agar tetap menyesuaikan dengan kondisi pasien itu sendiri. Sisi lain, dia juga meminta agar perawat untuk mengelola kondisi tubuh ketika menghadapi pasien.

Dia berpandangan bekerja dan berdoa untuk mengedepankan sikap profesionalisme.

"Ilmu yang mempelajari tentang hubungan kejiwaan dan psikologis seseorang yang dimasukkan dalam Neuro transmiter atau sebuah sinyal yang mempengaruhi tekanan tubuh," katanya.

Dia menegaskan, perawat harus mengetahui dan membantu imun pasien untuk membantu kesembuhan. Psikologi pasien akan sangat berpengaruh. Karena saling keterkaitan, maka perawat harus memberi senyuman ramah, sentuhan dan pada akhirnya menjaga sistem ketahanan tubuh pasien tetap terjaga.

Materi ini, menurut Dr. Joni, diharapkan bisa disampaikan kepada perawat yang lain agar bisa memahami perilaku ataupun sikap perawat yang baik dengan pasien, akan sangat penting. Ia tidak ingin perawat memberikan siap yang tidak menyenangkan bagi pasien.

Baca juga: Pendemi Corona di Indonesia Mereda Awal Agustus Hasil Riset Dosen Unair, Waspada Gelombang Kedua

Materi Psikoneuroimunologi sendiri, kata dia, memang dahulunya menjadi wajib diajarkan ke mahasiswa di universitas Airlangga. Akan tetapi, kini menjadi materi pilihan. Untuk itu, dia mengaku, para alumni yang belum mendapat materi ini harus disampaikan oleh para dosen dari kampus tersebut.

Karakter atau budaya perawat tiap daerah memang berbeda dan tentu bisa diterima. Namun, rasa yang diberikan kepada pasien pada suasana yang nyaman akan membantu kesembuhan pasien.

"Moodnya kali tidak halus akan terasa oleh orang lain. Ini sebetulnya harus diubah. Kalau memang punya keinginan menjadi perawat maka dia harus care dan harus menunjukkan identitas perawat yang profesional harus melindungi pasien atau masyarakat umum," jelas Dr. Joni.

Ketua DPW PPNI NTT, Aemilianus Mau, S.Kep.Ns. M. Kep, menjelaskan, kegiatan ini selain materi ada juga reuni dan agenda peningkatan kapasitas perawat. Menurut dia, ini sejalan dengan program kerja bidang Diklat DPW PPNI NTT.

"Kita perlu peningkatan kapasitas perawat, dari D3 ke Ners," sebut dia.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved