Rabu, 6 Mei 2026

Pendemi Corona di Indonesia Mereda Awal Agustus Hasil Riset Dosen Unair, Waspada Gelombang Kedua

Dosen Biostatistika dan Kependudukan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Hari Basuki Notobroto memprediki bahwa kasus virus corona di Indonesia aka

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Freepik.com
100 Pegawai Pabrik Rokok Sampoerna Surabaya Positif Covid-19 Corona Versi Rapid Test 

Pendemi Corona di Indonesia Mereda Awal Agus Hasil Riset Dosen Unair, Waspada Gelombang Kedua

POS KUPANG.COM -- Pemeritah dan masyarakat Indonesia benar-benar dibuat kerepotan dengan pendemi virus corona di wilayah ini

Dampak penyebaran virus yang disebut juga dengan Covid-19 ini juga memubuat perekonomian nasonal babak belur  dan meningkatnya angka pengangguran

Namun optimisme tetap ditanamkan oleh pemerintah bahwa badai ini akan segera berlalu

Dosen Biostatistika dan Kependudukan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Hari Basuki Notobroto memprediki bahwa kasus virus corona di Indonesia akan mencapai puncak pada pertengahan Mei 2020 ini.

Hari yang meneliti dengan model probabilisitik, menyebutkan Indonesia diperkirakan pada pertengahan Mei memasuki puncak transmisi dan kemudian turun.

KABAR Gembira, Kombinasi Tiga Obat Antivirus Ini Kemungkinan Dapat Sembuhkan Covid-19

Cerita Pasien Corona Pertama Indonesia yang Diumumkan Jokowi, Diteror Media dan Medsos

Begini 5 Gejala Tak Biasa yang Dirasakan Pasien Covid-19, Dari Sakit Mata Hingga Kesemutan

"Diperkirakan akhir bulan Juli atau permulaan Agustus mereda," ujar Hari dalam Webinar dengan topik Covid-19: Prediction and Exit Strategi, Sabtu (9/5/2020).

Dia mengatakan, dengan model penelitian komulatif probability prediksi tersebut memang dapat bergeser apabila terjadi perubahan walaupun cuma dua hari.

"Awalnya justru sekitar September menjadi akhir Juli atau awal Agustus," tuturnya. Berbeda dengan penelitian dari statistika UGM, Hari memprediksi puncak kasus Covid-19 sebesar 40.000 pasien positif.

Selain memprediksi data nasional, Hari juga meneliti mengenai perkiraan puncak pandemi virus corona di Jawa Timur.

Kondisi di Jawa Timur menurutnya akan berbeda dengan nasional. "Diperkirakan Jawa Timur pertengahan bulan Juni puncaknya, lebih lambat dibandingkan nasional. Karena memang data di Jawa Timur tidak beraturan. akhir September atau awal Oktober dapat mereda," papar dia.

Jawa Timur belum mencapai puncak transmisi. Dia menyebut jumlah kasus total 20.000 untuk Jawa Timur. Seluruh prediksi tersebut menurut Hari menggunakan analisis model probabilistik.

Model bersifat dinamis Namun Hari juga menggarisbawahi model yang dibuat oleh sejumlah pakar bersifat dinamis dan bisa berubah.

Hanya berbeda waktu sehari-dua hari, hasilnya akan bergeser. Dia menyebut perhitungan SUTD di awal yang memprediksi pandemi corona di Indonesia akan berakhir pada Juni.

Namun dengan update data terbaru, ada pergeseran sampai 4 Mei maka prediksi berubah dan disebutkan pandemi di Indonesia baru akan berakhir di bulan September.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved