Berita Nasional

Pendukung Prabowo pada Pilpres 2014 dan 2019 Bakal Banyak Beralih ke Anies pada Pilpres 2024

Namun pencapresan Prabowo Subianto tidak menjadi jaminan dia akan terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2024.

Editor: Agustinus Sape
prabowosubianto.info
CAPRES 2024 - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dalam Rapimnas di Sentul Bogor Jumat 12 Agustus 2022, semua 34 DPD Partai Gerindra dari seluruh Indonesia dengan suara bulat mengusung Prabowo Subianto sebagai capres 2024. Namun, pendukungnya diprediksi bakal banyak yang lari karena kecewa. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Prabowo Subianto dipastikan kembali menjadi bakal Calon Presiden pada Pilpres 2024 setelah Partai Gerindra secara bulat memberikan dukungannya kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Namun pencapresan Prabowo Subianto tidak menjadi jaminan dia akan terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2024.

Sebab, para pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 dan 2019 tidak bakal utuh mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024

Hal itu merupakan bentuk kekecewaan dari pendukung Prabowo Subianto yang telah berbalik mendukung pemerintahan Jokowi dengan menerima jabatan Menteri Pertahanan.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, keputusan Prabowo Subianto mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat sebagian pemilihnya pada Pemilu 2014 dan 2019 menarik dukungan mereka.

Diprediksi, dukungan tersebut dialihkan ke Anies Baswedan seandainya Gubernur DKI Jakarta itu mencalonkan diri pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

"Pasti ada sebagian basis massa pemilihnya di dua pemilu kemarin yang katakanlah merasa kecewa, dan kalau kita baca kan yang kecewa itu kemudian yang memilih Anies," kata Yunarto kepada Kompas.com, Minggu 14 Agustus 2022.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Capres 2024, Gerindra NTT Sambut Baik

Menurut Yunarto, pendukung Prabowo pada Pemilu 2014 dan 2019 umumnya adalah mereka yang tidak menyukai atau tak mendukung Jokowi.

Oleh karenanya, sebagian pendukung merasa kecewa Prabowo bergabung ke pemerintah, sebab Jokowi merupakan lawan Ketua Umum Partai Gerindra itu pada Pemilu 2014 dan 2019.

Jika Prabowo hendak mencalonkan diri kembali pada Pilpres 2024, menurut Yunarto, PR besarnya adalah memastikan pendukungnya dahulu mau memilihnya lagi.

"Bagaimana Pak Prabowo memastikan captive market-nya atau basis pemilihnya yang dulu kita tahu adalah basis pemilih yang cenderung anti-Jokowi memilihnya," ujarnya.

Yunarto menyebut, Prabowo kini berada di area abu-abu. Pemilih yang tak suka pada sosok Jokowi diduga akan memberikan suara mereka untuk Anies Baswedan pada Pemilu 2024.

Sementara, pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin diprediksi bakal memilih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sehingga sulit bagi Prabowo mencitrakan diri sebagai penerus Jokowi.

"Pak Prabowo ini sekarang berada di antara dua sosok lain, Ganjar dan Anies. Yang satu jelas dikategorikan sebagai penerus Jokowi, yang satu dikategorikan sebagai simbol anti-Jokowi," kata Yunarto.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved