Unwira

Buka Gebyar Aman Calistung KKNT-PPM Unwira Kupang, Ini Tekad Bupati Nagekeo Don Bosco Do

pelaksanaan Gebyar Aman Calistung yang dilakukan oleh mahasiswa mahasiswi Unwira Kupang peserta KKNT-PPM di Kecamatan Keo Tengah

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-UNWIRA KUPANG
PERLOMBAAN - Bupati Nagekeo Don Bosco Do, di tengah anak-anak SD Kelas 1 yang sedang mengikuti lomba kecepatan menulis tiru huruf, angka, kata dan melengkapi tabel angka dan memberi semangat pada anak-anak untuk selesaikan pekerjaan yang dihadapi 

POS-KUPANG.COM, NAGEKEO- Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, berkesempatan menghadiri Gebyar Aman Calistung (Gebyar Adikku Mantap Baca, Tulis, Hitung), yang digelar oleh Mahasiswa Mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat ( KKNT-PPM ) Semester Genap Tahun Ajaran 2021/2022, di Aula Serba Guna SDK Nodede, Desa Udiworowatu, Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo, Minggu 14 Agustus 2022.

Bupati Don Bosco Do memberikan sambutan dan membuka dengan resmi pelaksanaan Gebyar Aman Calistung yang dilakukan oleh mahasiswa mahasiswi Unwira Kupang peserta KKNT-PPM di Kecamatan Keo Tengah.

Sebanyak 5 kelompok mahasiswa mahasiswi UNWIRA menjalankan  KKNT-PPM di dalam  wilayah kecamatan  Keo Tengah, dan tersebar di 5 desa yaitu  desa Udiworowatu, Kotowuji Barat, Lewangera, Wajo dan desa Wajo Timur. Di desa lokasi KKNT-PPM tersebut, para mahasiswa menjalankan salah satu program wajib yaitu pendampingan belajar pemantapan menguasai huruf, angka dan kata bagi murid-murid kelas 1, 2 dan 3 Dekolah Dasar, dan dilaksanakan di luar jam sekolah.

Kegiatan bantuan belajar tersebut diberi nama Aman Calistung (Adikku Mantap Baca, Tulis, Hitung), dan dilaksanakan selama kurang lebih 1 bulan, sejak tanggal 14 Juli 2022.

Bantuan belajar yang dilakukan selama kurang lebih sebulan pelaksanaan KKNT-PPM, kemudian ingin diperlihatkan hasilnya melalui Gebyar Aman Calistung tingkat Kecamatan Keo Tengah.

Baca juga: Peduli Stunting, Mahasiswa KKNT-PPM Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Buat Warga Desa Kiwangona

Kegiatan Gebyar yang dilakukan, selain sebagai bentuk memantau tingkat keberhasilan pelaksanaan dampingan belajar di desa sebagai upaya pemulihan belajar anak akibat dampak Pandemi COVID-19, juga sebagai bentuk menyatukan anak-anak guna bersama memaknai HUT 77 RI.  

Bupati Don Bosco Do dalam sambutannya mengemukakan bahwa hasil survey PISA (International Student Assesment) menempatkan Indonesia pada urutan 6 dari dari terakhir, atau urutan 72 dari 77 negara dalam hal kualitas pendidikan.

Menurut Bupati Don Bosco, kondisi yang dialami oleh Indonesia  ini patut disadari oleh semua warga Negara Indonesia, dan patut dicari cara-cara untuk memperbaiki kualitas pendidikan, yang tentunya harus dari Pendidikan Dasar.

Perlu dilakukn cara-cara untuk aktifkan neurosains, yakni bagian otak yang bekerja dalam urusan kecerdasan. Cara-cara seperti kegiatan gebyar Aman Calistung yang dilakukan tersebut, menurutnya bermuara ke sana.

”Kabupaten Nagekeo  bertekad menjadi kabupaten yang kualitas SDM (Sumber Daya Manusia Red) harus bagus. Banyak hal yang harus dilakukan, termasuk menerapkan bahasa ibu (Bahasa Daerah red) untuk membentuk pemahaman dasar anak akan materi pendidikan dan menumbuhkan daya nalar anak," ujarnya sambil meminta para guru Sekolah Dasar untuk menhaajari anak mengenal alam semesta melalui penyertaan bahasa ibu.

Baca juga: Mahasiswa KKNT-PPM Unwira Kupang Lomba Gebyar Aman Calistung di SDI Kuanheun Kecamatan Kupang Barat

Di hadapan 85 anak peserta Gebyar Aman Calistung, para guru pendamping, Camat Keo Tengah, para  Kepala Desa serta ratusan orangtua pendamping anak, Bupati Don Bosco Do mengajak semua masyarakat Nagekeo dan orang-orang Nagekeo di berbagai daerah (Nagekeo diaspora) untuk mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di Nagekeo melalui peduli bahan bacaan.

“Kita perlu lakukan gerakan Keo Tengah Diaspora, yakni mengajak orang-orang Keo Tengah di berbagai daerah untuk mendukung upaya ini melalui bantuan buku-buku bacaan," ujar Bupati Don Bosco sambil menekankan bahwa murid-murid kelas 4 Sekolah Dasar ke atas harus mulai diajak rajin baca buku.

“Anak-anak kelas 4 SD ke atas musti baca banyak buku setiap minggu, dan untuk mendatangkan bahan bacaan maka kita perlu galakan gerakan keo Tengah Diaspora untuk bahan bacaan bagi anak," tambahnya.(*/Gerardus Diri Tukan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di NEWS GOOGLE

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved