Rabu, 15 April 2026

Berita Nasional

Rekaman CCTV di Rumah Ferdy Sambo Kini Viral, Ada Momen Indah Kebersamaan Brigadir J & Bharada E

Publik Tanah Air kini dihebohkan oleh video berisi rekaman CCTV detik-detik terakhir Brigadir J dan Bharada E di Rumah rumah pribadi Ferdy Sambo.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
PRAREKONSTRUKSI - Suasana prarekonstruksi kasus kematian Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Dalam prarekonstruksi ini digelar dua adegan, yakni dugaan pelecehan terhadai istri ferdy sambo dan kedua percobaan pembunuhan. 

POS-KUPANG.COM - Publik Tanah Air kini dihebohkan oleh video yang berisi rekaman CCTV saat detik-detik terakhir Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat dan Bharada E di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo.

Video tersebut menampilkan detik demi detik aktivitas Irjen Ferdy Sambo bersama Putri Candrawathi istrinya serta para ajudan di rumah pribadi Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022.

Bahkan dalam video itu, tampak pula sosok Brigadir J, juga berada di rumah tersebut bersama ajudan lainnya. Video yang berisi rekaman CCTV di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo itu, kini viral di media sosial. 

Rekaman CCTV ini beredar setelah lebih dari sebulan kasus kematian Brigadir J ditangani Mabes Polri.

Baca juga: Kamarudin Simanjuntak: Beberkan Fakta Baru. Ferdy Sambo Diduga Terlibat 3 Kasus Besar

Meski rentang waktunya sudah lebih dari 30 hari, tetapi penanganan kasus yang diambil alih oleh Timsus Mabes Polri tersebut, memperlihatkan hasil yang signifikan.

Selain Bharada E, Brigadir RR dan KM telah ditetapkan sebagai tersangka, Timsus Polri juga telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai pelaku utama pembunuhan Brigadir J.

POSE BERSAMA - Para ajudan Ferdy Sambo saat pose bersama. kolase foto Brigadir J (kiri) dan Bharada E (kanan). Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak mengatakan, oknum yang ancam bunuh Brigadir J adalah salah satu dari para ajudan. Inisialnya D
POSE BERSAMA - Para ajudan Ferdy Sambo saat pose bersama. kolase foto Brigadir J (kiri) dan Bharada E (kanan). Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak mengatakan, oknum yang ancam bunuh Brigadir J adalah salah satu dari para ajudan. Inisialnya D (Tribunnews.com)

Padahal sebelumnya, Irjen Ferdy Sambo bersama sejumlah oknum polisi, sempat mengarang cerita tentang peristiwa yang merenggut nyawa Brigadir J di Rumah Dinas Kadiv Propam Polti itu.

Penjelasan awal polisi menyebutkan bahwa Brigadir J tewas dalam insiden baku tembak yang terjadi dengan Bharada E.

Brigadir J merenggang nyawa setelah terkena 5 peluru yang ditembakkan Bharad E. Sementara 7 peluru yang ditembak Brigadir J tidak satu pun yang mengenai sasaran.

Polisi menjelaskan bahwa Bharada E merupakan salah seorang penembak nomor satu yang dipunyai Brimob. Bahkan Bharada E merupakan seorang sniper terbaik Polri.

Belakangan terungkap fakta bahwa Bharada E baru memiliki pistol pada November 2021 dan mengikuti latihan menembak pada Maret 2022.

Tersebar pula informasi bahwa hal yang memicu tragedi baku tembak itu, adalah Brigadir J diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo.

Padahal setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, terungkap fakta bahwa aksi tembak menembak itu merupakan rekaan Irjen Ferdy Sambo semata.

Baca juga: Rumah Ferdy Sambo Digeledah, Barang Bukti Satu Kontainer Dibawa ke Mabes Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada insiden tembak menembak di Rumah Dinas Kadiv Propam pada 8 Juli 2022 petang.

Terungkap pula bahwa Ferdy Sambo-lah yang menggunakan pistol Brigadir J untuk menembakkan ke arah dinding rumah tersebut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved