Berita NTT Hari Ini

Antisipasi Adanya Aliran Sesat, Kejati NTT Gelar Rakor

rapat bertujuan untuk mengawasi dan mendeteksi dini terhadap aliran-aliran keagamaan di tengah masyarakat yang terindikasi menimbulkan keresahan

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
RAKOR- Suasana Rakor di Kejati NTT bersama sejumlah stakeholder mengantispasi adanya aliran menyimpang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Untuk mengantisipasi adanya aliran sesat atau menyimpang, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Kejati NTT pada Rabu 10 Agustus 2022 pagi bersama Pakem.

Adapun Tim Pakem yang turut hadir antara lain, terdiri dari Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) NTT, Direktur Intelkam Polda NTT, Pasi Intel Korem 161 Wira Sakti, Dinas Kesbangpol NTT, Dinas P dan K NTT, Kepala Kanwil Agama NTT, Kepala FKUB NTT.

Juga para Pemuka Agama Kota Kupang, Pimpinan Pers Lokal Kota Kupang, dan para Tokoh Pemuda Kota Kupang membahas secara khusus tentang aliran kepercayaan yang menyimpang atau aliran sesat di NTT.

Pada kesempatan ini Kajati NTT Hutama Wisnu mengatakan, rapat bertujuan untuk mengawasi dan mendeteksi dini terhadap aliran-aliran keagamaan yang ada di tengah masyarakat yang terindikasi menimbulkan keresahan.

Menurut Wisnu, keterlibatan masyarakat terhadap aliran yang menyimpang ini dikarenakan karena belum memahami atau tidak mendalami keagamaan yang dianutnya.

Baca juga: Aliran Sesat Muncul di NTT dan Indonesia Gegara Hal Ini, Begini Cara Mengantisipasinya

“Kegiatan ini berkaitan dengan kaidah, keimanan. Semua ini kan saudara kita. Sepanjang itu tidak menyimpang dari aliran kaidah agama, tentu saja kita akan dilakukan untuk pembinaan. Supaya bisa kembali lagi ke masyarakat, bisa kembali lagi ke kaidah agamanya,” ujar Wisnu kepada wartawan di Kupang.

Dia menegaskan, jika sampai ada penyimpangan, di mana ada penodaan agama baru dilakukan penegakan hukum.

Namun begitu, ia menyebut, hal ini berasal dari masyarakat. Orang akan terbawa dalam aliran menyimpang jika tidak memahami secara mendalam keagamaan yang ia miliki.

Wisnu mengatakan, sepanjang aliran kepercayaan itu tidak bertentangan akan diajak dan dibina untuk kembali lagi kepada agamanya masing-masing.

Ia berharap kerjasama seluruh masyarakat NTT, apabila ada melihat dan mendengar terkait aliran kepercayaan yang menyimpang, agar segera dapat memberikan informasi kepada aparat penegak hukum setempat.

Baca juga: Rakor Timwas Aliran Kepercayaan Masyarakat di NTT 2 Aliran Kepercayaan Terdeteksi di NTT

Sementara itu Kepala Kesbangpol NTT, Ir  Jhon Oktavianus M.M, mengatakan, aliran atau kepercayaan sesat yang sedang di pantau pemerintah terjadi di Manggarai Barat.

Aliran sesat ini, kata Jhon berasal dari Negeri Tirai Bambu (China) yang disebarkan oleh pasangan suami isteri.

"Di Manggarai Barat, aliran itu menyebar dari Cina sana. Jadi ada suami isteri, dimana suaminya itu mentuankan isterinya seperti Tuhan Yesus turun kedua kalinya di dunia. Dan berkembang melalui media sosial," jelasnya.

Pemerintah daerah setempat bersama pihak kepolisian sudah melakukan upaya pendekatan, dengan mendatangi dan mengambil buku-buku, serta menelusuri perkembangan aliran itu.

Dia mengaku, dengan penanganan yang sudah dijalankan pemerintah ini, diharapkan agar pasang suami istri itu bisa kembali melaksanakan pada agamanya masing-masing dan tidak menyebar lagi paham demikian.

Baca juga: Kakanwil Kemenag NTT Ajak Warga NTT Rawat Toleransi Umat Beragama

Sementara di Kabupaten Manggarai, ada aliran baru yang dinilai sangat meresahkan masyarakat.

"Mereka mulai terusik, karena anak mereka mulai percaya dan keluar dari tradisinya sebagai orang Katolik," sebutnya. (Fan)

Ikuti berita Pos-Kupang.com di NEWS GOOGLE

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved