Pilpres 2024
PKS Tidak Kapok Pilih Prabowo Subianto Jadi Capres, Begini Kata Sekjen Habib Aboe Bakar Alhasby
Sosok Prabowo Subianto sepertinya tak bisa ditawar-tawar lagi oleh PKS. Pada Pilpres 2024 nanti, PKS akan usung Ketua Umum Partai Gerindra jadi Capres
"Kalau melihat hasil survei beberapa lembaga, memang paling besar pemilih PKS itu ke Anies Baswedan.
Tapi di bawah itu justru juga masih banyak yang memilih pak Prabowo," tuturnya.
"Tetapi di bawah itu juga justru masih banyak memilih pak Prabowo.
Kalo saya tdk salah angkanya sekitar di angka 20an.
Kalo ke pak Anies sekitar 60an, pak Prabowo masih punya sekitar 20 persenan, ada pak Sandi dan juga ada beberapa persen kecil ke pak Ganjar," sambungnya.
Baca juga: Prabowo Subianto Bakal Gaet Anak Presiden Jadi Calon Wakil Presiden, Skenarionya Diungkap Sosok Ini
Meski demikian, keputusan akhir terkait siapa capres yang akan diusung maupun dengan partai mana PKS akan berkoalisi akan diputuskan Majelis Syuro PKS.
Habib Aboe mengatakan Rapimnas 2022 yang digelar sejak Senin 20 Juni 2022 hanya menyiapkan kriteria bakal capres.

"Cuma ini keputusan ini saudara-saudara sekalian memang bukan wewenang kami, kecuali anggota Majelis Syuro nanti.
Kami yang menyiapkan dapurnya kami menyiapkan bumbunya," papar Aboe.
Gugat PT 20 Persen ke MK
Namun sebelum itu PKS terlebih dulu bakal mengajukan permohonan uji materi terkait ambang batas presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen ke Mahkamah Konstitusi (MK).
PKS ingin PT hanya 0 persen saja.
Muzammil menyampaikan, PT 0 persen itu merupakan masukan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS se-Indonesia saat Rapimnas PKS 2022.
"Teman-teman mendesak kembali karena pada waktu pembahasan UU Pilpres 2016-2017 termasuk pihak yang menolak PT 20 persen, maka salah satu yang disepakati juga selain nama-nama yang masuk kita ingin memperjuangkan kepada PT 0 persen.
Baca juga: Survei Poltracking Terbaru, Ganjar Prabowo Ungguli Anies Baswedan dan Prabowo Subianto
Sehingga kita punya keleluasaan untuk mengusulkan nama-nama yang kita sepakati," kata Muzammil.
Namun begitu, kata Muzammil, pihaknya juga telah menyiapkan skenario terburuk jika nantinya uji materi PT 20 persen ditolak MK.
Mereka mau tidak mau akan menjalin komunikasi dengan pimpinan parpol lain untuk berkoalisi. (*)