Pilpres 2024

PKS Tidak Kapok Pilih Prabowo Subianto Jadi Capres, Begini Kata Sekjen Habib Aboe Bakar Alhasby

Sosok Prabowo Subianto sepertinya tak bisa ditawar-tawar lagi oleh PKS. Pada Pilpres 2024 nanti, PKS akan usung Ketua Umum Partai Gerindra jadi Capres

Editor: Frans Krowin
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
BERSAMA JOKOWI - Prabowo Subianto saat bersama Presiden Joko Widodo seusai rapat terbatas di ruang fasilitas produksi divisi Kapal Selam PT PAL di Surabaya. Saat ini Prabowo Subianto seakan harga mati bagi PKS. PKS berkemungkinan akan mengusung Prabowo jadi Calon Presiden 2024. 

POS-KUPANG.COM - Sosok Prabowo Subianto sepertinya tak bisa ditawar-tawar lagi oleh PKS ( Partai Keadilan Sejahtera ). Pasalnya dalam momen Pilpres 2024 nanti, berkemungkinan mengusung Menteri Pertahanan RI itu jadi Calon Presiden menggantikan Joko Widodo.

Kencendrungan PKS itu terbaca dari pernyataan Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhasby terkait sosok yang bakal diusung dalam Pilpres 2024 mendatang.

"Dari hasil survei, beberapa banyak figur yang bisa diusung. Ada Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Panglima TNI Andika Perkasa dan lainnya. Tapi Prabowo Subianto selalu masuk dalam tiga besar Calon Presiden yang diinginkan rakyat."

Untuk diketahui, pada dua momen Pilpres sebelumnya, yakni tahun 2014 dan 2019, PKS bersama beberapa partai lain mengusung Ketua Umum Partai Gerindra menjadi capres melawan Joko Widodo.

Baca juga: Pemilih PKS Masih Fanatik pada Prabowo Subianto & Anies Baswedan Tapi Ada juga Dukung Ganjar Pranowo

Meski dalam dua perhelatan itu Prabowo Subianto selalu kalah, tapi PKS menilai Ketua Umum Partai Gerindra itu punya sepak terjang yang mumpuni.

Dari survei yang dilakukan sejumlah lembaga, elektabilitas Prabowo sebagai capres selalu masuk tiga besar bersama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

"Semua calon masuk di PKS. Jadi jangan khawatir. Anak bangsa si A, si B, si C, masuk semua. Apa lagi Prabowo, yang kita sudah punya jam terbang, tinggal jalan saja," kata Habib Aboe baru-baru ini.

Kolase - Prabowo Subianto dan Puan Maharani, yang diprediksi bakal duet dalam Pilpres 2024 mendatang.
Kolase - Prabowo Subianto dan Puan Maharani, yang diprediksi bakal duet dalam Pilpres 2024 mendatang. (Tribunnews.com)

Sebelumnya, hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Sohibul Iman.

Mantan Presiden PKS itu mengatakan partainya tidak kapok berkoalisi lagi dengan Gerindra menghadapi Pilpres 2024.

PKS juga, katanya, tidak akan membawa perasaan alias baper meski sudah dua kali pemilu bekerja sama dengan partai besutan Prabowo Subianto.

Baca juga: Prabowo Subianto Kuasai Jawa Barat, Anak Muda Ini Malah Unggul di Jateng dan Jatim, Anies Baswedan?

"Masalah kapok atau enggak, saya kira dalam politik enggak ada kapoknya," kata Sohibul Iman.

Menurut Sohibul, mungkin saja muncul perasaan kecewa dalam berpolitik.

Tapi dia meminta baperan itu tidak boleh dibawa-bawa terlalu lama.

"Jadi sudah enggak dikenal baper berpolitik. Kalau baperan, jangan ikut dalam politik," tuturnya.

Sohibul mengatakan saat ini Prabowo masih banyak dipilih oleh pemilih PKS.

"Kalau melihat hasil survei beberapa lembaga, memang paling besar pemilih PKS itu ke Anies Baswedan.

Tapi di bawah itu justru juga masih banyak yang memilih pak Prabowo," tuturnya.

"Tetapi di bawah itu juga justru masih banyak memilih pak Prabowo.

Kalo saya tdk salah angkanya sekitar di angka 20an.

Kalo ke pak Anies sekitar 60an, pak Prabowo masih punya sekitar 20 persenan, ada pak Sandi dan juga ada beberapa persen kecil ke pak Ganjar," sambungnya.

Baca juga: Prabowo Subianto Bakal Gaet Anak Presiden Jadi Calon Wakil Presiden, Skenarionya Diungkap Sosok Ini

Meski demikian, keputusan akhir terkait siapa capres yang akan diusung maupun dengan partai mana PKS akan berkoalisi akan diputuskan Majelis Syuro PKS.

Habib Aboe mengatakan Rapimnas 2022 yang digelar sejak Senin 20 Juni 2022 hanya menyiapkan kriteria bakal capres.

KEMENHAN RI - Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta belum lama ini.
KEMENHAN RI - Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta belum lama ini. (ARSIP BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN)

"Cuma ini keputusan ini saudara-saudara sekalian memang bukan wewenang kami, kecuali anggota Majelis Syuro nanti.

Kami yang menyiapkan dapurnya kami menyiapkan bumbunya," papar Aboe.

Gugat PT 20 Persen ke MK

Namun sebelum itu PKS terlebih dulu bakal mengajukan permohonan uji materi terkait ambang batas presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen ke Mahkamah Konstitusi (MK).

PKS ingin PT hanya 0 persen saja.

Muzammil menyampaikan, PT 0 persen itu merupakan masukan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS se-Indonesia saat Rapimnas PKS 2022.

"Teman-teman mendesak kembali karena pada waktu pembahasan UU Pilpres 2016-2017 termasuk pihak yang menolak PT 20 persen, maka salah satu yang disepakati juga selain nama-nama yang masuk kita ingin memperjuangkan kepada PT 0 persen.

Baca juga: Survei Poltracking Terbaru, Ganjar Prabowo Ungguli Anies Baswedan dan Prabowo Subianto

Sehingga kita punya keleluasaan untuk mengusulkan nama-nama yang kita sepakati," kata Muzammil.

Namun begitu, kata Muzammil, pihaknya juga telah menyiapkan skenario terburuk jika nantinya uji materi PT 20 persen ditolak MK.

Mereka mau tidak mau akan menjalin komunikasi dengan pimpinan parpol lain untuk berkoalisi. (*)

Berita Lain Terkait Prabowo Subianto

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved