Berita Sumba Timur

Perkara Dugaan Pencemaran Nama Baik, Ketua DPRD Sumba Timur Divonis 2 Bulan Penjara

Selama tiga bulan kedepan, terdakwa tidak boleh melakukan tindakan pidana apapun," lanjut Hendro Siswoyo lagi. 

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
AOF, yang merupakan Ketua DPRD Sumba Timur saat mendengarkan amar putusan yang dibacakan majelis hakim pada sidang putusan di Ruang Cakra PN Waingapu, Rabu 27 Juli 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Waingapu, Sumba Timur memvonis Ali Oemar Fadaq alias AOF, Ketua DPRD Sumba Timur dengan hukuman dua bulan penjara dengan masa percobaan tiga bulan. 

Vonis (putusan) untuk perkara yang menyeret dua politisi besar di Kabupaten Sumba Timur itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Hendro Siswoyo dalam sidang putusan yang berlangsung di Ruang Sidang Cakra, PN Waingapu pada Rabu, 27 Juli 2022.

Saat ketua Majelis hakim membacakan vonis (putusan) perkara pencemaran nama baik dengan nomor 45/pid.b/2022/PN.Wgp itu, AOF yang berdiri untuk mendengarkan putusan pun tampak tenang. 

Baca juga: Wakil DPR RI Buka Puasa di Kediaman Ali Oemar Fadaq Sumba Timur

"Menjatuhkan pidana dua bulan penjara. Menetapkan pidana tersebut tidak usah dijalani," ujar Hendro Siswoyo. 

Selama tiga bulan kedepan, terdakwa tidak boleh melakukan tindakan pidana apapun," lanjut Hendro Siswoyo lagi. 

Putusan yang dibacakan majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sumba Timur, Muhammad Rony yang menuntut 3 bulan penjara dengan masa percobaan selama 6 bulan. 

JPU Muhammad Rony, pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya masih pikir pikir terkait putusan yang dibacakan majelis hakim itu. Sementara itu, pihak terdakwa AOF menyatakan menerima putusan tersebut. 

Sidang yang berlangsung tertib itu juga dihadiri mantan Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora alias GBY selaku pihak pelapor.

Baca juga: Diduga Hina Bupati Sumba Timur, Polisi Segera Periksa Ali Oemar Fadaq, Handrio: Kita Sudah Panggil

Gidion atau GBY didampingi kuasa hukum Matius Remijawa, SH. Sementara AOF didampingi Umbu Hiwa Tanangunju, SH., MH., selalu ketua tim kuasa hukum. 

Kepada POS-KUPANG.COM, Umbu Hiwa Tanangunju mengatakan pihaknya menerima putusan pengadilan yang telah dijatuhkan majelis hakim. Meskipun demikian, pihaknya harus menunggu hingga Rabu pekan depan. 

"Pada intinya kita menerima putusan. Dengan putusan dua bulan penjara dengan percobaan tiga bulan maka tidak ada tahanan badan. Tapi kita masih tunggu sampai Rabu depan baru inkrah karena Jaksa masih pikir pikir," ujar Umbu Hiwa. 

Perkara dugaan pencemaran nama baik tersebut terjadi pada 2020 lalu. Perkara mulai disidangkan Rabu, 8 Juni 2022. (*) 

Berita Sumba Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved