Unwira

Mahasiswa KKNT-PPM Unwira Kupang Adakan Program Amancalistung di SD GMIT Baumata 

Program tersebut merupakan salah satu dari beberapa program yang dijalankan oleh 16 Mahasiswa KKN yang tergabung dari beberapa program studi

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-UNWIRA
MATERI - Peserta KKNT-PPM Mahasiswa Unwira Kupang saat memberikan materi tentang Program Amancalistung kepada para siswa Sekolah Dasar di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mahasiswa peserta kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat ( KKNT-PPM ) dari   Universitas Katolik Widya Mandira atau Unwira Kupang di Desa Baumata Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, menggelar program Adikku Mantap Baca Tulis dan Hitung ( Amancalistung ) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) GMIT Baumata. 

Program tersebut merupakan salah satu dari beberapa program yang dijalankan oleh 16 Mahasiswa KKN yang tergabung dari beberapa program studi, yang mengabdi di tempat tersebut selama 1 bulan.

Program tersebut merupakan kegiatan wajib yang diberikan kampus sebagai syarat dalam pelaksanaan program KKN. 

Adapun sasaran dari program ini yaitu murid SD kelas 1, 2 dan 3. Selain itu, beberapa murid SD kelas 4, 5 dan 6 yang belum pandai membaca, menulis dan berhitung juga diikutsertakan dalam program ini.

Program ini tidak hanya berjalan dilingkup sekolah, namun para murid juga diberikan waktu tambahan belajar pada sore hari di Kantor Desa Baumata, tempat dimana mahasiswa KKN Unwira Kupang tinggal. 

Baca juga: Unwira Kupang via KKNT-PPM kerjasama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perkuat Kapasitas BUMDes

Mereka diberi kebebasan untuk belajar di lingkungan kantor desa seperti di dalam dan luar ruangan. Selain membantu murid SD belajar, mahasiswa KKN Unwira juga membagikan beberapa buku pedoman belajar yang diberikan oleh kampus bagi murid SD GMIT Baumata.

Buku tersebut terbagi menjadi 2 jenis yaitu buku pengenalan dan pengejaan huruf serta perhitungan bagi murid kelas 1 SD yang berwarna merah muda, dan buku bacaan IPA ringan bagi murid kelas 1, 2 dan 3 SD yang berwarna biru.

Salah satu guru SD GMIT Baumata Yunita Lalus dalam wawancara bersama mahasiswa KKNT-PPM Unwira Kupang, Selasa (19/07) mengatakan jumlah murid kelas 2 SD sebanyak 16 orang, namun murid yang pandai membaca hanya 4 orang dan sisanya belum pandai membaca, menulis dan berhitung.

"Ini tentu merupakan dampak besar yang disebabkan oleh wabah corona. Untuk itu, kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu kami dalam membimbing para murid kami. Mereka juga sangat senang, karena bisa belajar sambil bermain dan selalu didampingi," kata Yunita. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved