Berita Ruteng

Kaprodi Matematika Unika Ruteng: IPK Bukan Penentu Keberhasilan di Tengah Masyarakat Tetapi Kinerja

Program studi pendidikan matematika Unika St. Paulus Ruteng kembali menyelenggarakan Yudisium sarjana semester genap tahun akademik 2021/2022 pada

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
YUDISIUM - Para Dosen dan Peserta Yudisium prodi Matematika Unika St.Paulus Ruteng saat foto bersama GUB 309 Unika Ruteng pada Kamis 28 Juli 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Charles Abar

POS-KUPANG.COM,RUTENG - Program studi pendidikan matematika Unika St. Paulus Ruteng kembali menyelenggarakan Yudisium sarjana semester genap tahun akademik 2021/2022, pada hari kamis 28 Juli 2022 di ruangan GUB 309 Unika St. Paulus Ruteng.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah dosen dan 31 mahasiswa prodi pendidikan matematika Unika St. Paulus Ruteng.

Dalam sambutannya Ketua Prodi Pendidikan Matematika, Romo Emilianus Jehadus menyampaikan ucapan terimakasih kepada mahasiswa matematika karena telah memilih program studi pendidikan matematika sebagai tempat belajar.

"Dari tempat ini atas nama pribadi, atas nama program studi dan dari hati yang paling dalam kami menyampaikan banyak terimakasih kepada adik-adik sekalian, terimakasih karena kamu memilih program studi pendidikan matematika untuk sukses tidaknya masa depanmu sebagai guru matematika, terimakasih telah memilih prodi matematika untuk menentukan seperti apa masa depanmu" ungkap Romo Emil.

Lebih lanjut Romo Emil mengatakan bahwa yudisium final merupakan langkah awal untuk ke hal yang lebih besar

"Yudisium ini merupakan langkah awal Anda untuk menuju ke hal yang lebih besar tetapi prestasi yang kamu dapat selama empat tahun atau lima tahun dengan IPK bervariasi ada yang cumlaude, ada yang sangat memuaskan dan ada yang memuaskan, itu merupakan langkah awal menurut saya, titik star" pungkas Romo.

Baca juga: Unika St Paulus Ruteng Mewisuda 608 Lulusan Sarjana dan Ahli Madya, 51 Lulus Cumlaude

Romo Emil menambahkan bahwa untuk menentukan keberhasilan di tengah masyarakat tidak hanya dilihat dari IPK tetapi juga dilihat dari kinerja.

"Lalu untuk menentukan apakah anda nanti berhasil di tengah masyarakat bukan ditentukan oleh IPK itu tetapi bagaimana kamu nanti kalau di tengah masyarakat, di sekolah-sekolah dan di mana saja kalian berada tergantung kinerjamu saat itu untuk itu kami mengajak kalian untuk siap berkompetisi"  pungkas Romo Emil

Di lain pihak Bapak Fransiskus Nendi, menyampaikan bahwa menjadi sarjana harus memiliki tanggung jawab sosial politik seperti memberikan pencerahan masyarakat .

"Lalu berikutnya, sarjana itu bukan sekedar untuk dapat sarjana tetapi sarjana juga itu harus punya tanggung jawab, terutama tanggung jawab di dalam kehidupan sosial politik karena kita semua ini adalah utusan-utusan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat " ungkap pa Fransiskus, sekertaris Prodi Matematika Unika Ruteng.

Silvester Rudin, peserta yudisium mengucapkan terima kasih yang berlimpah kepada dosen unika St. Paulus Ruteng khusus dosen matematika Unika St. Paulus Ruteng atas pengetahuan, bimbingan, dan dukungan selama menempuh pendidikan di Unika dari awal masuk kuliah sampe pada yudisium akhir.

" Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada bapa/ibu dosen program studi pendidikan matematika yang baik hati yang telah memberikan banyak pengetahuan kepada kami dan terimakasih karena telah membimbing dan selalu mendukung  kami sampe kami berada pada posisi ini" ungkap Silves. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

YUDISIUM - Para Dosen dan Peserta Yudisium prodi Matematika Unika St.Paulus Ruteng saat foto bersama GUB 309 Unika Ruteng pada Kamis 28 Juli 2022.
YUDISIUM - Para Dosen dan Peserta Yudisium prodi Matematika Unika St.Paulus Ruteng saat foto bersama GUB 309 Unika Ruteng pada Kamis 28 Juli 2022. (POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved