Selasa, 28 April 2026

Berita Sumba Barat

Peringatan Hari Anak Nasional, Bupati Yohanis Dade Minta Guru Stop Diskriminasi Terhadap Anak

stop melakukan tindakan diskriminasi terhadap anak-anak sekolah. Tindakan diskriminasi anak itu terjadi hanya karena anak pejabat, anak orang tua

Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Peringatan Hari Anak Nasional : Bupati Sumba Barat Yohanis Dade Minta Para Guru Stop Tindakan Diskriminasi Terhadap Anak 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, S.H meminta para guru mulai tingkat TKK hingga SMU dan SMK stop melakukan tindakan diskriminasi terhadap anak-anak sekolah. Tindakan diskriminasi anak itu terjadi hanya karena anak pejabat, anak orang tua mampu dan lainnya.

Perlakuan berbeda ketika anak itu berasal dari orang tua kurang mampu,  anak desa, anak kampung dan  lainnya. Apa yang disampaikan masih saja terjadi sampai sekarang. Bahkan dirinya pernah mengalami hal itu semasa sekolah hingga harus berpindah-pindah dari satu sekolah ke sekolah lainya.

Tindakan para guru itu melukai hati anak, menurunkan mental spikoligis anak dan menambah beban anak-anak datang ke sekolah.

Karena itu  para guru harus memberlakukan anak secara baik tanpa membedakan satu dengan lainnya. Dengan demikian, tumbuh kembang anak menjadi lebih baik, pintar dan cerdas menjadi generasi penerus daerah dan bangsa ini ke depan.

Para guru harus menjadi bapa mama anak-anak, pengayom dan pelindung anak-anak selama berada di sekolah.

Perlakuan yang baik terhadap anak-anak mengarahkan anak-anak tumbuh kembang menjadi generasi cerdas, pintar dan bakal menjadi orang hebat pada masa mendatang.

Demikian disampaikan Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H dalam sambutannya ketika membuka kegiatan dalam kerangka  memperingati Hari Anak Nasional dan festival anti kekerasan terhadap anak tahun 2022 yang diselenggarakan Dinas pengendalian penduduk, pemberdayaan  perempuan dan perlindungan anak (DP5A) Kabupaten Sumba Barat bekerjasama dengan  Save The Children  dan Stimulant Institute  di aula kantor Bupati Sumba Barat, Senin 25 Juli 2022.

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan  dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun 2022.

Didampingi Kapolres Sumba Barat, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K, Retno Indrawati selaku Gender and Child Protection Specialist Save The Children dan Stef Makambombu sebagai Direktur Stimulant Institute, Bupati Yohanis menyampaikan
apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

Baginya  momentum perayaan hari anak nasional merupakan upaya mendorong semua pihak terutama keluarga agar berperan aktif dalam memenuhi hak  anak untuk  hidup, tumbuh  berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta memberikan perlindungan kepada anak, terutama perlindungan terhadap kekerasan dan diskriminasi yang kerap dialami  anak-anak.

Setiap anak harus  mendapatkan kesempatan  seluasnya untuk tumbuh kembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial. Pemenuhan atas hak-hak anak pada masa sekarang merupakan jaminan ketersediaan SDM unggul pada masa mendatang.

Karena itu pemerintah daerah terus berupaya menjamin pemenuhan hak-hak anak tersebut. Hal itu  sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menempatkan pembangunan anak sebagai prioritas karena  anak adalah aset masa depan Sumba Barat.

Untuk itu sinergitas antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan berbagai kebijakan maupun program dalam rangka mewujudkan pemenuhan hak-hak anak secara terintegrasi, holistik dan berkelanjutan.

Lebih lanjut Bupati Yohanis mengatakan, tema hari anak nasional tahun 2022 adalah  "Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Hal itu terkandung makna akan  pentingnya perlindungan bagi tumbuh kembang anak sejak dini. Kondisi keluarga yang baik memungkinkan anak dapat tumbuh berkembang dengan baik, hak-haknya terpenuhi dan terlindungi dengan baik. Pemenuhan hak-hak anak merupakan pondasi dan modal anak sebagai tunas bangsa yang memiliki potensi untuk berpartisipasi dalam membangun bangsa Indonesia. Setiap anak punya cita-cita dan impian masa depannya sendiri. Kita hanya perlu memastikan anak-anak kita tetap terlindungi, terpenuhi hak-haknya, bergembira, tumbuh sebagai manusia yang berjiwa merdeka, dan menjadi bagian dari kemajuan bangsa.

Untuk itu, ia  mengajak  orang tua  senantiasa memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak terutama dalam mengasuh dan memberikan rasa nyaman, aman terhadap anak-anak. Termasuk juga dalam meningkatkan  gizi  bagi anak.

Bupati Yohanis juga berharap  seluruh sekolah  mampu memenuhi hak anak  mendapatkan pendidikan yang baik dan memungkinkan anak-anak berkembang secara baik.

Sekolah  harus mampu melindungi anak dari kekerasan fisik dan psikis, melindungi  dari perlakuan diskriminatif. Pastikan  setiap sekolah tidak seorangpun peserta didik menjadi korban kekerasan fisik maupun psikis.

Dikatakan, hari ini, kita laksanakan festival anti kekerasan terhadap anak tingkat Kabupaten Sumba Barat.
Maraknya kasus kekerasan terhadap anak baik kekerasan secara fisik, seksual, penganiayaan emosional maupun pengabdian terhadap anak  patut menjadi perhatian  bersama, baik dari elemen pemerintah, swasta, masyarakat maupun keluarga.

Kekerasan dapat mengancam perkembangan jasmani, rohani dan sosial anak. Banyak penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak antara lain kemiskinan keluarga, lingkungan yang tidak ramah anak, lemahnya kualitas pengasuhan, hingga pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi. 

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyambut baik program Save The Children yang melakukan berbagai upaya terutama melalui pendekatan komunitas untuk mencegah perilaku kekerasan terhadap anak serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberikan perlindungan kepada anak.

Sementara itu Retno Indrawati selaku Gender and Child Protection Specialist Save The Children dalam sambutan singkatnya mengatakan
Save The Children melalui salah satu Program Sponsorship, Program Gender dan Perlindungan Anak, bekerja sama dengan Stimulant dan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) menyelenggarakan kegiatan kampanye “Festival Anti Kekerasan Terhadap Anak dengan tujuan memberikan ruang dan kesempatan kepada anak-anak untuk membuat kampanye terkait isu kekerasan terhadap anak secara mandiri melalui festival anak dengan kegiatan yang menyenangkan, mendorong lembaga pemerintah dari tingkat desa hingga kabupaten mendukung partisipasi anak dan pemuda dalam Musrenbang, dan mendorong pembentukan organisasi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat atau PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat).  

Har ink, Senin, 25 Juli 2022, Sehari Menjadi Pemimpin menjadi bagian dari perayaan dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) di mana anak-anak akan diajak memerankan menjadi pejabat daerah dan berdiskusi bersama pemerintah daerah Sumba Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada anak-anak menjadi pemimpin di masa depan dan berani mengeluarkan pendapat tentang suatu isu atau masalah yang menjadi tema perbincangan khusus dan berpartisipasi dalam Musrenbang Anak. 
Tema diskusi yang menjadi topik pembahasan adalah kekerasan anak yang semakin meningkat dan semakin rendahya angka literasi anak di kabupaten Sumba Barat pasca pandemic Covid.  

Sedangkan Stefanus Makambombu selaku Direktur Stimulant Institute mengatakan   Sponsorship memiliki program Gender dan Perlindungan Anak yang dilaksanakan oleh Stimulant Institute sebagai  mitra Save the Children  melaksanakan kegiatan “Festival Anti Kekerasan Terhadap Anak.

Kegiatan itu bertujuan memberikan ruang dan kesempatan kepada anak-anak untuk membuat kampanye sendiri tentang hentikan kekerasan melalui festival anak dengan kegiatan yang menyenangkan dan akrab seperti pameran menggambar, lagu daerah dan/atau pertunjukan tari tradisional atau modern, sosialisasi suara anak-anak melalui kampanye media sosial,  mendorong lembaga pemerintah dari tingkat desa hingga kabupaten mendukung partisipasi anak dan pemuda dalam Musrenbang dan mendorong pembentukan organisasi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat

Menurutnya, perayaan Hari Anak Nasional (HAN) tidak saja sebagai momentum belaka tetapi bentuk penghargaan Pemerintah Indonesia kepada anak-anak untuk memberikan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dikatakan, peringatan hari anak nasional  Kabupaten Sumba Barat ditandai dengan memotivasi anak menjadi pemimpin. Pemimpin yang dimaksud difokuskan pada pemangku kepentingan yang dapat menyuarakan hak-hak anak melalui layanan dasar; perlindungan, pendidikan, kesehatan dan pengasuhan.

Menjadi Pemimpin memberi makna bahwa sebagai pemimpin perlu memiliki karakter bebas dari kekerasan terhadap anak. Anak memerlukan role model yang bisa menjadi contoh atau teladan pemimpin melindungi hak-hak anak dan memperjuangkan anak-anak dari kekerasan.

Pemenuhan hak-hak anak, merupakan bentuk dari kepedulian pemangku kepentingan untuk memastikan tidak ada kekerasan yang dialami oleh anak sejak dalam kandungan. *

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Bupati Yohanis Dade Minta Para Guru Stop Tindakan Diskriminasi Terhadap Anak
Bupati Yohanis Dade Minta Para Guru Stop Tindakan Diskriminasi Terhadap Anak (POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved