Berita Kota Kupang Hari Ini

Pengamat Ekonomi James Adam: Trayek Bus Kupang-Timor Leste Harus Ada Kajian Mendalam

Hal yang sama juga dengan pelayaran atau laut, kata dia jika pemerintah yang mengelola, baiknya investasi dibidang lain saja.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
HO-POS-KUPANG.COM
Pengamat Ekonomi, Dr. James Adam 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pengamat ekonomi, Dr. James Adam mengatakan Trayek Bus Kupang-Dili maupun program jalur laut antar Kupang-Dili-Darwin harus melalui kajian yang mendalam.

"Saya minta sebelum rencana pemerintah buka akses darat dan laut ke Tiles maupun Darwin harus lewat kajian yang mendalam," kata James kepada Pos-Kupang.Com, Rabu 20 Juli 2022.

Dikatakan jika trayek bus pemerintah yang dikelola mungkin baik tidak usah karena pastinya kalah saing dengan Trans Timor. 

Baca juga: Didampingi Joko Widodo, Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta Anakan Pohon Gaharu di Istana Bogor

James pun membandingkan program pemerintah ini dengan pihak swasta, lebih baik pihak swasta. Karena kedepan banyak peluang bukan saja penumpang tapi juga barang.

Hal yang sama juga dengan pelayaran atau laut, kata dia jika pemerintah yang mengelola, baiknya investasi dibidang lain saja.

James memberikan contoh seperti kendaraam bus Damri, menurutnya bus Damri mana yang masih bagus dan bertahan lama.

Contoh lain, kata James kapal Pelni hampir hilang, namun diperbantuhkan dengan hadirnya prog Tol Laut dari Presiden Jokowi.

Secara ekonomi, James mengungkapkan pemerintah membuang anggaran pada program yang belum jelas atau percuma. Dimana apabila berbisnis seperti itu, pihak swasta lebih gesit.

"Secara ekonomi, saya kira pemerintah buang anggaran percuma, karena jika berbisnis seperti ini sektor swasta paling jago," tuturnya

Baca juga: Ini Alasan Bendungan Rotiklot Belu Menjadi Referensi Bagi Pemerintah Timor Leste PLBN Motaain

Ia meminta mestinya melalui kajian mendalam sebelum rencana pemerintah buka akses darat dan laut ke Tiles maupun Darwin.

Ia menambahkan, dampak jangka panjang juga belum bisa di prediksi karena masalah Covid masih berlangsung dan aturan keimigrasian serta siap pengguna jasa dua moda transportasi tersebut juga belum bisa diprediksi. (*)

Berita Kota Kupang Hari Ini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved