Sabtu, 9 Mei 2026

Prakiraan Cuaca

Suhu Dingin Melanda NTT, Begini Penjelasan BMKG

Suhu dingin melanda wilayah Nusa Tenggara Timur ( NTT ) sejak awal Juli 2022. Kondisi ini berbeda dari waktu sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Alfons Nedabang | Editor: Alfons Nedabang
SHUTTERSTOCK/FIZKES via KOMPAS.COM
SUHU DINGIN - Ilustrasi kedinginan. Suhu dingin melanda NTT saat ini. Menurut BMKG, kondisi ini dipicu tekanan rendah karena Monsoon Dingin Australia. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Suhu dingin melanda Nusa Tenggara Timur ( NTT ) sejak awal Juli 2022. Kondisi ini berbeda dari waktu sebelumnya.

Saat ini Suhu dingin sangat terasa pada malam hingga dini hari. Tubuh sampai menggigil.

Dikutip dari situs resmi BMKG, bmkg.go.id, pada Kamis 7 Juli 2022 siang, suhu Kota Kupang berkisar 23 - 30 C, sedangkan kelembapan mencapai 55 - 90 persen.

Dua daerah dengan suhu terendah, yaitu Bajawa (Kabupaten Ngada) dan Ruteng (Kabupaten Manggarai). Suhu Bajawa dan suhu Ruteng sama-sama 15 - 25 C dengan kelembapan 55 - 95 persen

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) mengatakan, suhu dingin melanda NTT karena mendekati puncak musim kemarau.

"Saat ini wilayah Pulau Jawa hingga NTT menuju periode puncak musim kemarau," kata Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, Kamis 30 Juni 2022, dilansir dari Kompas.com.

Miming menjelaskan, hal tersebut wajar terjadi dan biasanya berlangsung pada bulan Juli hingga September setiap tahun.

Periode puncak musim kemarau ini, kata Miming, ditandai dengan munculnya pergerakan angin dari arah timur, yang berasal dari Benua Australia.

Baca juga: Cuaca NTT Hari Ini, Kamis 7 Juli 2022, Peringatan Dini BMKG: Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

Baca juga: PRAKIRAAN Cuaca Maritim NTT Hari ini,BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4-6 Meter di Sumba dan Laut Sawu

"Pada bulan Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin," ujarnya.

Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia, yang dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia.

Monsoon Dingin Australia, kata Miming, bertiup dari Australia menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudera Indonesia yang juga memiliki suhu permukaan laut relatif lebih dingin.

"Sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin," ujarnya.

Selain itu, Miming menyebut berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara juga mempengaruhi suhu yang terbentuk, khususnya suhu dingin ketika malam hari.

"Tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh Bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer," ujarnya.

Tak hanya itu, imbuhnya, langit yang cenderung bersih dari awan (clear sky) akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang tersebut langsung dilepas ke atmosfer luar, sehingga membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin.

"Terutama pada malam hingga pagi hari," ujarnya. (*)

 
 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved